Beast of Reincarnation Menuai Kritik Pemain, Game Freak Janji Rilis Update Perbaikan Story dan Cutscene

Penulis: Yoga Permadi  •  Jumat, 14 Agustus 2026 | 09:10:01 WIB
Game Freak merilis permintaan maaf resmi atas kekurangan pada Beast of Reincarnation dan menjanjikan pembaruan perbaikan cerita serta cutscene.

BANTEN — Game Freak, developer yang selama ini identik dengan waralaba Pokemon, tengah menghadapi ujian besar dari komunitas PC melalui Beast of Reincarnation. Meski berhasil menggaet skor 73/100 di Metacritic—selaras dengan review dari PC Gamer—sentimen pemain di Steam justru terbelah. Banyak yang menilai potensi game ini besar, tetapi eksekusinya masih "hampir, tapi belum sampai" di berbagai aspek.

Permintaan Maaf Sang Direktur dan Rencana Perbaikan

Kota Furushima, selaku game director, buka suara mengenai kondisi ini dalam wawancara dengan 4Gamer yang dikutip Automaton. Ia mengakui kekurangan timnya tanpa berkelit.

"Saya sungguh meminta maaf bahwa sebagian dari game ini belum memberikan pengalaman yang cukup menyenangkan," ujar Furushima. Ia menambahkan bahwa ada beberapa elemen yang memang "membutuhkan polesan" lebih lanjut.

Update pertama sudah dirilis pada 9 Agustus lalu, namun itu baru awal. Game Freak berjanji akan menghadirkan lebih banyak patch untuk mengatasi masalah pacing cerita, menambahkan fitur frame generation, serta opsi untuk melewati adegan cutscene yang selama ini dikeluhkan pemain.

Soal Kesulitan: Bukan Tentang Susah, Tapi Kerja Sama dengan Koo

Menariknya, keluhan soal tingkat kesulitan sepertinya bukan prioritas utama tim pengembang. Furushima menegaskan bahwa niat awalnya bukanlah membuat Beast of Reincarnation menjadi game yang susah. Justru, ia ingin memastikan pemain benar-benar bekerja efektif bersama Koo—anjing pendamping yang terinfeksi Blight—untuk bisa maju dalam permainan. Desain ini menekankan sinergi, bukan sekadar refleks atau statistik karakter.

Atmosfer Justru Dapat Pujian, Ada Kematangan Sinematik

Di tengah kritik teknis, ada satu aspek yang justru menuai pujian konsisten: atmosfer dunia. Furushima mengungkapkan bahwa co-op combat diterima baik, dan reaksi positif juga datang untuk nuansa keseluruhan game. "Vibe post-apocalyptic yang unik dari dunia ini tampaknya beresonansi dengan banyak pemain," jelasnya.

Penilaian ini diamini oleh Shaun Prescott, editor PC Gamer Australia. Ia menyoroti penyajian game yang terasa sinematik dan dewasa—jauh dari gaya blockbuster ala Hollywood. "Tidak ada yang melontarkan quip, tidak ada kejadian sampingan yang aneh atau momen pengajaran yang menggurui. Karakter berbicara secara elips, atau dengan ketulusan tanpa dijaga yang sedikit terlepas dari kegenitan JRPG pada umumnya," tulis Prescott. Menurutnya, game ini serius dengan ambiensnya yang hampa dan terasa dibuat oleh tim yang tidak terpengaruh gaya Star Wars atau MCU.

Fondasi atmosfer yang kuat ini bisa menjadi modal besar bagi Furushima untuk membenahi kekurangan lain. Dengan roadmap update yang sudah diumumkan, nasib Beast of Reincarnation di mata komunitas kini bergantung pada seberapa cepat dan tepat Game Freak mengeksekusi janji perbaikannya—khususnya untuk pemain di kawasan Asia Tenggara yang aktif memberikan ulasan di Steam.

Reporter: Yoga Permadi
Sumber: pcgamer.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top