PANDEGLANG — Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pandeglang mencatat realisasi investasi Semester I 2026 mencapai Rp409 miliar. Angka ini berasal dari laporan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan menempatkan Pandeglang di jalur positif untuk mencapai target akhir tahun.
Analis kebijakan Penanaman Modal DPMPTSP Pandeglang, Tedy Fauzi, menyebut capaian ini relatif baik. Selain mendongkrak pertumbuhan ekonomi, investasi yang masuk juga membuka lapangan kerja baru bagi warga setempat.
Berdasarkan data DPMPTSP, realisasi investasi tersebut terdiri atas Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) senilai Rp261 miliar dan Penanaman Modal Asing (PMA) Rp147 miliar. Tedy mengatakan, investor kemungkinan besar memfokuskan penanaman modalnya di lima kecamatan, yakni Bojong, Pagelaran, Sukaresmi, Cikeusik, dan Cibitung.
Lima wilayah itu ditopang keberadaan infrastruktur Jalan Tol Serang-Panimbang. "Kami berharap investor melirik Pandeglang, karena ditopang jalan tol itu," ujarnya di Pandeglang, Jumat.
Secara sektoral, investasi terbesar berada di tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan dengan nilai Rp125 miliar. Disusul sektor jasa yang mencapai Rp93,01 miliar, serta industri makanan Rp69 miliar.
Dua sektor lain yang turut mendominasi adalah perumahan dan kawasan industri senilai Rp38 miliar, serta perdagangan dan reparasi Rp27 miliar. Pemerintah daerah mengoptimalkan promosi untuk menarik minat investor, baik dari dalam maupun luar negeri.
Untuk menjaga kepercayaan investor, Pemkab Pandeglang memberikan kemudahan proses perizinan berusaha melalui sistem Online Single Submission Risk-Based Approach (OSS-RBA). Tedy menegaskan kepercayaan investor terhadap daerahnya cukup tinggi.
"Kita optimistis target investasi tahun 2026 sebesar Rp714 miliar terealisasi, karena realisasi semester I tercapai Rp409 miliar atau 57,3 persen," katanya menjelaskan.