SERANG — Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dendeng ikan milik Meri di Desa Argawana, Kecamatan Pulo Ampel, Kabupaten Serang, kini mendapat pendampingan khusus dari mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 64 Universitas Bina Bangsa (UNIBA). Pendampingan yang difokuskan pada strategi pemasaran digital dan pembangunan merek ini diharapkan mampu mendongkrak daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas.
Kegiatan berlangsung di kediaman Meri, Kampung Cikubang 4, pada Rabu (12/8/2026). Inisiatif ini merupakan bagian dari kontribusi nyata mahasiswa dalam mengembangkan potensi ekonomi desa.
Dalam pendampingan tersebut, para mahasiswa tidak hanya memberikan teori. Mereka mengajak pemilik UMKM mempraktikkan langsung cara membangun identitas visual produk yang menarik dan memanfaatkan platform digital sebagai sarana promosi.
Strategi ini dinilai penting agar dendeng ikan khas Argawana memiliki ciri khas tersendiri dibanding produk serupa. Dengan branding yang kuat, produk diharapkan tidak berhenti di pasar lokal, tetapi mampu menembus pasar yang lebih luas.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ina Khodijah, M.Ak., menekankan bahwa program ini tidak boleh berhenti pada tahap sosialisasi semata. Ia meminta mahasiswa memastikan dampak yang diberikan benar-benar aplikatif bagi keberlanjutan usaha masyarakat.
"Pemanfaatan teknologi digital secara tepat dapat menjadi strategi kunci bagi UMKM untuk memperluas jangkauan pasar dan memperkuat keberlanjutan usaha masyarakat," ujar Ina.
Program kerja ini dikoordinatori oleh Dallylah selaku penanggung jawab. Ia dibantu oleh Suci Arrum, Indria, Zainul Hasan, dan Alfian yang terlibat aktif sejak penyampaian materi, diskusi interaktif, hingga pendampingan teknis pengemasan dan pemasaran.
Melalui program ini, KKM 64 UNIBA berharap usaha dendeng ikan milik Meri dapat terus bertumbuh dan memanfaatkan media digital secara optimal. Inisiatif ini sekaligus menjadi wujud komitmen mahasiswa dalam memperkuat produk unggulan Desa Argawana secara berkelanjutan.