Roblox Didesak Regulator Australia Perketat Keamanan Anak Setelah Celah Kontak Dewasa Masih Terbuka

Penulis: Vikri Alfandi  •  Jumat, 21 Agustus 2026 | 03:20:31 WIB
Regulator Australia menemukan celah yang memungkinkan pengguna dewasa mengirim permintaan koneksi ke anak di bawah umur di Roblox.

BANTEN — Roblox kembali tersandung masalah keamanan anak. eSafety, komisi regulator keamanan daring Australia, menyatakan pihaknya masih menemukan celah yang memungkinkan pengguna dewasa mengirim permintaan koneksi ke anak-anak di bawah umur. Temuan ini muncul setelah platform tersebut berulang kali berjanji memperketat sistem perlindungan anak.

Apa Saja Celah Keamanan yang Ditemukan?

Hasil pengujian eSafety mengungkap sejumlah lubang keamanan yang masih terbuka. Orang dewasa dapat mengirim permintaan koneksi kepada anak-anak Australia tanpa memerlukan persetujuan orang tua. Selain itu, pengguna anak-anak dan dewasa masih bisa saling melihat serta menanggapi unggahan di forum komunitas.

Yang lebih mengkhawatirkan, informasi pribadi pengguna di bawah umur seperti profil, bio, nama akun, gambar avatar, dan daftar koneksi bisa dilihat oleh siapa saja di dalam game. Tidak ada opsi bagi pengguna muda untuk membatasi visibilitas data tersebut.

Langkah yang Sudah Diambil Roblox Sebelumnya

Roblox sebenarnya sudah bergerak dalam beberapa bulan terakhir. Pada akhir 2025, platform ini mewajibkan verifikasi usia, dimulai dari Australia. Sistem ini kemudian diperluas ke Amerika Serikat, di mana verifikasi usia menjadi syarat untuk menggunakan fitur chat dalam game.

Sejak pertengahan Mei 2026, Roblox memisahkan pengguna ke dalam tiga tingkatan akun: Kids, Select, dan Roblox reguler. Akun Kids hanya bisa mengakses game dengan rating konten Minimal atau Mild, dengan fitur chat yang dimatikan secara default dan kontrol orang tua yang lengkap. Sistem tingkatan akun ini diterapkan secara global pada Juni 2026.

Meski begitu, eSafety menilai langkah tersebut belum cukup. Roblox sendiri mengaku yakin telah memenuhi kewajibannya berdasarkan Online Safety Act, namun tetap setuju untuk menambah lapisan keamanan baru.

Komitmen Baru yang Mengikat Secara Hukum

Roblox kini menandatangani "court-enforceable undertaking", sebuah komitmen yang bisa dipaksakan melalui pengadilan jika dilanggar. Ada empat poin utama yang wajib direalisasikan dalam waktu tiga bulan.

Pertama, platform harus memastikan orang dewasa tidak bisa menghubungi anak-anak yang tidak mereka kenal tanpa persetujuan orang tua. Kedua, akun anak-anak wajib dibuat privat secara default. Ketiga, Roblox harus menyediakan mekanisme pelaporan yang mudah diakses pengguna. Terakhir, auditor pihak ketiga akan ditunjuk untuk menilai efektivitas langkah-langkah keamanan tersebut.

Jika Roblox gagal memenuhi tenggat waktu, eSafety dapat meminta pengadilan untuk memaksa platform tersebut mematuhi komitmennya.

Tekanan Berkelanjutan di Berbagai Negara

Kasus ini bukan yang pertama bagi Roblox. Platform ini telah menghadapi gugatan dari beberapa negara bagian di Amerika Serikat terkait keamanan anak. Pada Mei 2026, Roblox sepakat membayar denda USD 12 juta (sekitar Rp 198 miliar) ke negara bagian Nevada sebagai bagian dari penyelesaian.

Sebagai bagian dari kesepakatan itu, Roblox berjanji memperkenalkan sistem verifikasi yang lebih ketat. Pengguna nantinya diwajibkan menyerahkan identitas yang diterbitkan pemerintah atau menjalani estimasi usia berbasis wajah. Saat ini, pengguna hanya perlu menyelesaikan salah satu dari dua metode tersebut.

Roblox juga berkomitmen mencegah pengguna di bawah 16 tahun mengirim pesan ke orang dewasa, kecuali orang dewasa tersebut telah ditetapkan sebagai "teman tepercaya" yang ditunjuk melalui kode QR.

Dampak bagi Pengguna Indonesia

Perubahan kebijakan ini relevan bagi pengguna Roblox di Indonesia, yang jumlahnya termasuk besar di Asia Tenggara. Orang tua yang anaknya bermain Roblox sebaiknya memeriksa pengaturan akun anak secara berkala, memastikan fitur chat dalam kondisi mati, dan mengaktifkan kontrol orang tua. Meski langkah verifikasi usia baru diterapkan di Australia dan AS, sistem tingkatan akun yang membatasi konten untuk anak-anak telah berjalan global sejak Juni 2026.

Publikasi temuan eSafety ini menjadi pengingat bahwa platform game daring yang populer di kalangan anak-anak tetap memerlukan pengawasan ketat dari orang tua, apa pun janji keamanan yang dikeluarkan pengembang.

Reporter: Vikri Alfandi
Sumber: engadget.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top