BANTEN — Data statistik Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dirilis Sabtu (5/9/2026) menunjukkan aksi jual signifikan terjadi pada saham-saham berkapitalisasi kecil hingga menengah. RGAS menjadi pemberat utama dengan harga yang memangkas dari Rp194 menjadi Rp120 per saham dalam lima hari perdagangan.
Di luar RGAS, deretan saham dengan penurunan terbesar juga dihuni oleh emiten dari sektor media dan manufaktur. PT Tempo Intimedia Tbk (TMPO) misalnya, terdepresiasi 21% dalam sepekan terakhir.
PT Ekadharma International Tbk (EKAD) juga masuk dalam daftar ini. Saham produsen perekat tersebut mengalami konsolidasi wajar setelah sebelumnya melesat signifikan akibat sentimen aksi akuisisi yang sempat menjadi katalis positif di pasar.
Berikut rincian sepuluh saham dengan penurunan terdalam sepanjang pekan ini berdasarkan data BEI:
Fenomena ini berbanding terbalik dengan pergerakan indeks utama. IHSG justru ditutup perkasa di zona hijau dengan penguatan 1,82% sepanjang pekan, menandakan rotasi sektor sedang berlangsung. Dana investor tampak berpindah dari saham-saham spekulatif ke saham-saham berkapitalisasi besar atau sektor yang dianggap lebih defensif.
Tekanan jual pada RGAS dan emiten kecil lainnya kerap dipicu oleh aksi profit taking setelah kenaikan tajam, atau minimnya sentimen baru untuk menopang harga di tengah volatilitas pasar. Kondisi ini menjadi peringatan bagi investor ritel untuk mencermati fundamental sebelum memburu saham murah.
Investasi mengandung risiko.