Ruben Onsu Minta Betrand Peto Jujur soal Laporan Dugaan Kekerasan Seksual

Penulis: Yoga Permadi  •  Minggu, 13 September 2026 | 22:18:31 WIB
Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, menyampaikan keterangan dalam wawancara daring, Minggu (13/9/2026).

BANTEN — Betrand Peto, penyanyi yang akrab disapa Onyo, dilaporkan terkait dugaan tindak pidana kekerasan seksual (TPKS). Laporan itu disebut masuk ke Polda Metro Jaya. Ruben Onsu selaku figur yang selama ini mendampingi Onyo belum mau buru-buru mengambil kesimpulan.

Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, menyampaikan hal itu dalam wawancara daring, Minggu (13/9/2026). Ruben, kata Minola, ingin mendengar langsung keterangan Onyo lebih dulu sebelum bersikap.

Ruben Pilih Bicara Dulu, Bukan Menghakimi

Minola menjelaskan, langkah pertama Ruben adalah bertanya kepada Onyo. Ia menegaskan kliennya tidak ingin terburu-buru menilai perkara yang belum jelas dudukannya.

"Langkah awal tentunya Ruben akan bertanya kepada Onyo. Kenapa nggak ditanya buru-buru? Ruben juga nggak mau bersikap buru-buru," kata Minola Sebayang.

Dari komunikasi singkat Minggu pagi, Ruben menyampaikan harapannya agar Onyo berkata jujur. Menurut Minola, Ruben tidak ingin Onyo menyusun cerita yang tidak sesuai fakta.

"Ruben mengatakan, Onyo harus jujur. Harus jujur. Nanti saya tanya sama Ruben, 'Ben, apa yang diharapkan dari Onyo?' 'Ya Onyo cerita dan Onyo harus jujur. Apa pun yang terjadi, dia harus jujur untuk menyampaikannya. Kalau memang ada ya ada, kalau nggak ada ya nggak ada,'" ujarnya.

Alasan Ruben Tak Ingin Cerita Dikarang

Minola menyebut, fakta sebuah peristiwa hukum pada akhirnya akan terungkap lewat bukti dan keterangan. Karena itu, Ruben meminta Onyo tidak menutupi apa pun.

"Karena jangan membuat suatu cerita-cerita yang tidak benar. Faktanya karena pasti akan ada saksi, ada CCTV, ada banyak hal yang akan mengungkap peristiwa yang sebenarnya seperti apa," tutur Minola.

"Jadi ini yang diharapkan dari Ruben dari Onyo. Langkah pertamanya tentu adalah berbicara, tapi yang pasti tidak ada keinginan untuk menutup-nutupi kebenaran dari peristiwa hukum ini," lanjutnya.

Informasi dari Teman Onyo: Disebut Tak Terlibat Keributan

Ruben, menurut Minola, sudah menghubungi salah satu teman Onyo. Dari pembicaraan singkat itu, Onyo disebut tidak berada di lokasi keributan yang dimaksud.

"Ruben mengatakan, 'Saya sudah telepon temannya Onyo, katanya Onyo nggak terlibat dalam perkelahian itu atau keributan itu. Dia ada di tempat yang lain, di ruangan atau apa saya kurang paham. Makanya dia bingung temannya, kenapa Onyo yang dilaporin,'" tutur Minola.

Keterangan itu belum dianggap final. Minola menegaskan informasi dari satu sumber tidak cukup untuk menarik kesimpulan, sehingga masih perlu digali lebih luas.

"Informasi dari temannya ini kan kita tidak bisa hanya berdasarkan satu keterangan saja. Tapi tentu kita harus mencari keterangan-keterangan yang lebih luas lagi tentang peristiwa hukum itu," katanya.

Seruan Menunggu Proses Hukum Berjalan

Minola meminta publik tidak memberikan penghakiman lebih dulu. Ia mengingatkan asas praduga tak bersalah berlaku dalam perkara ini.

"Pada waktunya nanti mungkin peristiwa hukum ini pasti akan terungkap kebenarannya. Jadi kita biarkan saja semua berjalan secara natural, tidak perlu juga kita langsung secara dini atau prematur langsung memberikan penghakiman, kemudian memberikan tuduhan," tegasnya.

Menurut Minola, penentu bersalah atau tidaknya seseorang adalah putusan hukum, bukan opini masyarakat. Ruben sendiri masih menunggu waktu yang tepat untuk berbicara langsung dengan Onyo.

"Tapi dari omongan sebentar itu, Ruben mengatakan bahwa dia masih menunggu waktu hari ini untuk bicara dengan Onyo biar tenang dulu. Si Onyonya masih tidur mungkin," sambungnya.

Kasus ini menambah daftar perkara hukum yang menyeret nama publik figur Indonesia. Publik diminta bersabar sampai keterangan resmi dan proses penyelidikan memberi gambaran utuh.

Reporter: Yoga Permadi
Sumber: hot.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top