BANTEN — Motorola dikabarkan menyiapkan foldable layar lebar bernama internal Razr Flex, yang akan menantang iPhone Duo dan Samsung Galaxy Z Fold 8. Menurut bocoran Android Headlines, perangkat ini mengusung Snapdragon 8 Elite Gen 5, RAM 12GB, dan baterai 5.000mAh. Namun ada satu hal janggal: layar utamanya cuma 6,92 inci, nyaris sama dengan flagship biasa.
Kebocoran ini muncul lewat laporan Android Headlines yang mengutip sumber industri. Motorola belum merilis pernyataan resmi soal Razr Flex, jadi seluruh angka di bawah ini masih berstatus rumor dan bisa berubah saat peluncuran. Nama "Razr Flex" sendiri disebut hanya dipakai internal, belum tentu jadi nama pemasaran final.
Berbeda dari Galaxy Z Fold yang membuka seperti buku, Razr Flex mengadopsi format layar lebar bergaya passport. Pola ini sama dengan yang dipakai iPhone Duo dan sejumlah foldable terbaru tahun ini. Layar luarnya 4,97 inci dengan resolusi 1.736 x 1.140 piksel.
Saat dibuka, layar dalamnya berukuran 6,92 inci dengan resolusi 2.364 x 1.728 piksel. Dimensi terlipatnya 110 x 76 x 12,6 mm, dan saat terbuka jadi 110 x 149 x 5,8 mm. Bobotnya tercatat 215 gram.
Ini poin paling ganjil dari bocoran tersebut. Layar dalam 6,92 inci jauh lebih kecil dari 7,6 inci milik iPhone Duo dan Galaxy Z Fold 8. Ukurannya bahkan setara iPhone 18 Pro Max dan Galaxy S26 Ultra, yang notabene ponsel biasa tanpa engsel.
Artinya, pengguna pada praktiknya membeli ponsel kecil yang terbuka jadi ukuran flagship standar. Aspek rasio lebar memang enak untuk nonton video, tapi manfaat lipatan sebagai tablet mini jadi berkurang. Bisa jadi angka ini salah tulis, tapi kalau benar, Razr Flex kehilangan salah satu alasan utama orang beli foldable.
Di sektor kamera selfie, Motorola berpotensi menang telak. iPhone Duo hanya membawa kamera FaceTime 12MP yang sempat dikritik, sementara Razr Flex dikabarkan memasang 32MP di layar utama maupun layar dalam. Untuk pengguna yang sering video call, selisih ini cukup berarti.
Baterainya juga lebih besar: 5.000mAh versus 4.700mAh di iPhone Duo. Meski begitu, kapasitas besar belum tentu berarti daya tahan lebih lama. Efisiensi chip A20 Pro dan iOS 27 di iPhone Duo bisa tetap membuatnya unggul meski baterainya lebih kecil.
Sumber Android Headlines belum bisa memastikan harga Razr Flex. Peluang terbesarnya adalah Motorola menempatkan perangkat ini di bawah USD 2.000, harga yang disebut untuk iPhone Duo. Kalau itu terjadi, Razr Flex punya senjata utama untuk menarik pembeli yang ingin foldable tapi enggan bayar premium ala Apple.
Ukurannya yang lebih ringkas dan ringan juga bisa jadi nilai jual untuk pemakaian satu tangan. Sebagian pengguna justru menyukai bobot iPhone Duo yang terasa padat, jadi preferensi di sini benar-benar subjektif.
Penilaian akhir baru bisa diberikan setelah unit Razr Flex masuk meja pengujian. Kalau Motorola benar-benar merilisnya dengan harga agresif dan memperbaiki ukuran layar, perangkat ini layak masuk daftar pertimbangan di segmen foldable layar lebar.