SERANG — Kepala DKPP Kabupaten Serang Suhardjo menyatakan gerakan tanam padi menyasar 500 hektare lahan yang tersebar di seluruh kecamatan. Penanaman serentak berlangsung sejak akhir September hingga Oktober 2026. Titik utama berada di Desa Sentul, Kecamatan Kragilan, dengan pola PM-AAS atau Pertanian Modern–Advanced Agricultural System.
”Alhamdulillah pada pagi hari ini kita melakukan aksi nyata untuk mendukung 500 tahun Kabupaten Serang dengan penanaman gerakan tanam padi sebanyak 500 hektare dengan pola PM-AAS atau Pertanian Modern–Advanced Agricultural System,” kata Suhardjo, Rabu 30 Januari 2026.
Luas 500 hektare dipilih menyesuaikan tema peringatan HUT ke-500 Kabupaten Serang. Seluruh kecamatan di wilayah kabupaten terlibat dalam gerakan yang berjalan serentak ini.
Pola PM-AAS berbeda dari penanaman padi pada umumnya. Biasanya benih disemai terlebih dahulu sebelum ditanam, sedangkan pola ini langsung tabela atau tebar benih langsung.
Penggunaan benih dan pupuk pada pola PM-AAS lebih tinggi. Dari benih awalnya 20 kilo per hektare menjadi 80 kilo per hektare. Penggunaan pupuk urea biasa 100 kilo per hektare kini 200 kilo per hektare, sementara NPK yang biasa 140 kilo menjadi 100 kilo per hektare.
”Kami mengharapkan nanti hasilnya ini meningkat dua kali lipat, yang biasanya hanya 5 hingga 6 ton menjadi 10 hingga 12 ton,” ujarnya.
Ada kemungkinan penggunaan dolomit untuk menyesuaikan pH tanah agar cocok ditanami padi. Kombinasi keduanya diharapkan meningkatkan hasil panen hingga dua kali lipat.
DKPP juga melaksanakan 500 vaksinasi hewan ternak sapi dan kerbau. Titik awal berada di Desa Kebon Ratu, Kecamatan Lebakwangi, lalu dilanjutkan ke seluruh titik peternakan di 29 kecamatan.
”Kita melaksanakan pemberian vaksin, pemberian vitamin, swab, dan pengambilan sampel darah untuk mencegah PMK atau Penyakit Mulut dan Kuku sapi,” ujar Suhardjo.
Ternak yang divaksinasi tersebar di Kecamatan Padarincang, Cinangka, Cikande, Lebakwangi, Waringinkurung, dan hampir semua wilayah Kabupaten Serang. Fokus utamanya sapi, dengan beberapa kerbau.
Pelaksanaan vaksinasi dan pemberian vitamin bertujuan agar masyarakat dan peternak tenang, sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak.
Kegiatan penanaman mendapat dukungan Kementerian Pertanian, Pemprov Banten, dan para penyuluh pertanian. Suhardjo menyebut kolaborasi ini sebagai upaya peningkatan produksi padi dan swasembada pangan.
”Intinya adalah dalam rangka peningkatan produksi padi, dan tentunya untuk peningkatan swasembada pangan kita,” ujarnya.