Lagu "Aura" Afgan, Maxime Bouttier, dan Winky Berawal dari Canda

Penulis: Wisnu Wardana  •  Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36:01 WIB
Winky Wiryawan mengungkap kolaborasi lagu "Aura" bersama Afgan dan Maxime Bouttier berawal dari candaan yang kemudian digarap serius.

BANTEN — Winky Wiryawan mengungkap kolaborasinya dengan Afgan dan Maxime Bouttier dalam lagu "Aura" berawal dari candaan yang kemudian digarap serius. Proyek ini muncul saat Winky mendalami musik pop dan menemukan pendekatan berbeda dari kebiasaannya sebagai gitaris. Ia pun mengaku banyak belajar dari proses tersebut.

Winky Wiryawan mengaku senang mengeksplorasi berbagai genre musik sebagai kesempatan mempelajari hal-hal baru. Dari situ, proyek lagu "Aura" yang melibatkan Afgan dan Maxime Bouttier akhirnya tumbuh jadi kolaborasi sungguhan, bukan sekadar lelucon sesaat.

Kolaborasi Berawal dari Candaan

Winky menyebut ide awal lagu "Aura" muncul tanpa rencana matang. Ia dan rekan-rekannya awalnya hanya bercanda, namun candaan itu justru berkembang jadi proyek yang digarap serius.

"Jadi sebenarnya bercandaan yang akhirnya diseriuskan. Ya karena memang kalau menurut gue, kayaknya gue tuh kalau gue pribadi tuh senang banget explore ke semua genre musik untuk belajar sebenarnya," kata Winky saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (2/10/2026).

Menurut Winky, rasa penasaran terhadap genre di luar kebiasaannya menjadi pemicu utama. Ia tak ingin berhenti di satu warna musik saja.

Pandangan Winky soal Musik Pop Berubah

Salah satu genre yang paling menarik perhatian Winky adalah musik pop. Ia awalnya menganggap pop punya pola yang lebih sederhana dibanding musik lain. Anggapan itu berubah setelah ia mempelajarinya lebih dalam.

"Kayak kadang-kadang, misalnya gue masuk ke pop tuh, gue tuh dulu enggak anggap bahwa musik pop tuh kayak gampang gitu ya, kuncinya kayak gitu. Ternyata pop adalah musik yang paling susah, progresinya tidak segampang itu ternyata," ujar Winky.

Pemahaman itu makin kuat ketika Winky mempelajari sejumlah lagu Afgan. Sebagai gitaris, ia terbiasa dengan power chord, sementara musik pop menuntut pendekatan voicing yang lebih rumit.

"Ya, bukan musik ini, cuman maksudnya beberapa musiknya, kayak lagunya Afgan yang beberapa tuh pas gue pelajari, karena kalau kita tahunya, kalau bahasa musiknya, kita anak gitaris, tahunya power chord. Cuman jed-jed, sementara pop itu kan banyak ada voicing-nya," ungkap Winky.

Afgan Cerita Ide Judul "Aura" Datang Spontan

Dari sisi Afgan, ide lagu "Aura" muncul begitu saja. Ia mengaku mendapat inspirasi setelah melihat sesuatu, lalu langsung ingin memakai kata "Aura" sebagai judul.

"Iya, kayak buat buat lagu, kalau buat lagu ini benar-benar cuman set gitu datang. Enggak itu sebentar banget sih, kayak aku ngelihat aura. Entah kenapa penginnya bikin lagu, judulnya 'Aura'. Habis itu gue langsung aku sampai studio. Ini kan gua bilang kayak, judulnya Aura aja ya?," kata Afgan.

Proses itu menunjukkan bagaimana lagu "Aura" lahir dari spontanitas, bukan perencanaan panjang. Winky pun mengaku eksplorasi terhadap musik pop membuat proyek yang awalnya hanya candaan berkembang jadi kolaborasi serius.

"Nah, itu banyak yang banyak gue pelajari, akhirnya gue explore, jadi jadi serius," ucap Winky.

Kolaborasi Winky, Afgan, dan Maxime Bouttier di lagu "Aura" menambah daftar proyek lintas disiplin di industri musik Indonesia. Winky yang dikenal sebagai aktor dan musisi menunjukkan sisi eksploratifnya, sementara Afgan dan Maxime membawa warna masing-masing ke dalam karya tersebut.

Reporter: Wisnu Wardana
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top