BANTEN — Mercedes membawa paket upgrade besar ke Sirkuit Sepang untuk balapan kandang sponsor utama PETRONAS, tetapi hasil kualifikasi justru jauh dari harapan. Kimi Antonelli hanya menempati posisi keempat, sementara rekan setimnya George Russell terpuruk di urutan kedelapan. Hasil ini menunjukkan bahwa menambah komponen baru tidak otomatis mendongkrak performa jika setup mobil belum dioptimalkan.
Pemimpin klasemen dunia Kimi Antonelli mengakui bahwa sesi kualifikasi berjalan lebih baik dari perkiraannya, meski Mercedes tidak mampu menantang Max Verstappen dan Lewis Hamilton di barisan terdepan. Pembalap asal Italia itu mendapat satu posisi gratis setelah Isack Hadjar yang menempati urutan ketiga terkena penalti.
Sepang memang menjadi salah satu sirkuit tersulit untuk mendapatkan setup yang tepat. Permukaan aspal yang kasar namun licin, ditambah suhu udara tinggi yang memaksa tim membuka panel bodi untuk pendinginan, menciptakan kompromi antara downforce dan hambatan udara.
Antonelli mengungkapkan bahwa karakter operasional mobil berubah signifikan setelah pemasangan paket upgrade. Ia menyebut performa di tikungan cepat sangat kuat sepanjang akhir pekan, tetapi mobil justru kehilangan daya cengkeram di tikungan lambat.
"Dengan paket baru ini, jendela operasi mobil jelas berbeda. Kami mencoba memahami di jendela mana performa mobil paling optimal di tikungan cepat dan tikungan lambat," ujar Antonelli kepada Road & Track.
Ia juga menyoroti kondisi lintasan yang memperumit proses evaluasi. Menurutnya, ban sudah keluar dari jendela suhu optimal hanya setelah dua tikungan karena aspal yang kasar dan panas menyengat.
Pertanyaan utama yang belum terjawab: apakah masalahnya terletak pada lintasan Sepang yang memang tidak cocok, atau ada yang salah dengan paket upgrade itu sendiri. Antonelli mengakui timnya belum bisa memastikan jawabannya.
Ia mencatat bahwa sepanjang musim ini, Mercedes memang selalu kesulitan setiap kali berlaga di sirkuit dengan aspal yang sangat terbuka dan suhu tinggi. Pola tersebut membuat evaluasi paket baru menjadi lebih rumit.
"Balapan di Singapura nanti akan memberi kami gambaran yang lebih jelas tentang paket ini," tambahnya.
Meski kualifikasi tidak sesuai target, Antonelli tetap optimistis menghadapi balapan. Ia akan start dari sisi lintasan yang bersih, sebuah keuntungan tersendiri di sirkuit yang sulit untuk menyalip.
Pembalap muda itu menilai Red Bull masih memiliki keunggulan pace, sementara Ferrari berada sangat dekat. Strategi pengelolaan ban akan menjadi faktor penentu utama.
"Jika kami bisa memperebutkan kemenangan, bagus. Kalau harus puas dengan P2 atau P3, kami akan terima," tutupnya.
Bagi Mercedes, hasil di Sepang menjadi pengingat bahwa pengembangan mobil di era regulasi ketat tidak pernah berjalan linier. Tim pabrikan asal Brackley itu masih memimpin klasemen, tetapi keunggulan mereka mulai teruji oleh rival-rival yang terus membawa pembaruan.