Pemain Korea Selatan Diprotes usai Pamer Bebas Wajib Militer di Asian Games

Penulis: Wisnu Wardana  •  Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:18:01 WIB
Kapten timnas Korea Selatan Lee Gi-hyuk meminta maaf usai perayaannya soal bebas wajib militer menuai kecaman publik.

BANTEN — Kapten timnas Korea Selatan Lee Gi-hyuk menuai kecaman publik setelah berteriak gembira soal bebas wajib militer usai meraih emas Asian Games. Kementerian Pertahanan Korea Selatan tengah mengkaji penghapusan pengecualian dinas militer bagi atlet berprestasi, dan insiden ini disebut mempercepat proses tersebut.

Perayaan berlebihan Lee Gi-hyuk bersama dua rekannya, Yang Min-hyuk dan Park Seung-soo, terjadi hanya beberapa detik setelah Korea Selatan mengamankan medali emas Asian Games. Ketiganya secara terbuka menyebut kemenangan itu sebagai tiket bebas dari kewajiban dinas militer selama 18 hingga 21 bulan.

Pemerintah Korea Selatan memang punya kebijakan lama yang memberi pengecualian dinas bagi peraih medali di ajang olahraga internasional. Aturan itu sudah berlaku lebih dari 50 tahun dan mencakup atlet serta seniman berprestasi.

Kecaman Publik dan Permintaan Maaf Lee Gi-hyuk

Reaksi publik Korea Selatan keras. Sebagian besar warga yang tidak mendapat pengecualian menilai perayaan itu arogan, terlebih bagi mereka yang memandang wajib militer sebagai kehormatan, bukan beban yang perlu dihindari.

"Saya terbawa suasana bahagia, adrenalin, dan kegembiraan saat itu," ujar Lee dalam permintaan maafnya. "Saya sangat menyesal kepada para penggemar yang sedang menjalani tugas militer, serta kepada semua yang mendukung kami dengan tulus."

Lee berjanji akan merenungkan perbuatannya. Namun muncul kabar bahwa ia berpotensi menutup peluang atlet lain menikmati pengecualian yang sama.

Kementerian Pertahanan Siapkan Reformasi

Kementerian Pertahanan Korea Selatan disebut sudah meninjau rencana menghapus pengecualian dinas khusus bagi atlet dan seniman sebelum insiden ini terjadi. Pernyataan Lee dianggap mempercepat langkah tersebut.

"Pada akhirnya, kami berencana mengurangi atau menghapus dinas tambahan, termasuk yang dirancang untuk seniman dan atlet, dan mencerminkannya dalam kerangka dasar reformasi pertahanan," kata seorang pejabat militer.

"Dari sudut pandang kementerian pertahanan, kami sangat menyesal atas pernyataan yang dilontarkan sebagian orang di industri olahraga," tambahnya.

Bebas Dinas Tetap Wajib Latihan Dasar

Meski meraih emas, para peraih medali Korea Selatan tetap harus menjalani tiga minggu latihan dasar militer. Mereka juga diwajibkan menuntaskan 544 jam kerja sosial sebagai bentuk pengabdian kepada negara.

Bagi para atlet dengan profil tinggi itu, sisa kewajiban tersebut bisa jadi pengalaman yang tidak menyenangkan. Latihan baris-berbaris, perintah keras dari instruktur, hingga jadwal kebersihan toilet kemungkinan besar menanti.

Kebijakan pengecualian dinas militer bagi atlet berprestasi kini berada di ujung tanduk. Keputusan akhir Kementerian Pertahanan Korea Selatan akan menentukan apakah generasi atlet berikutnya masih bisa menikmati jalur yang sama.

Reporter: Wisnu Wardana
Sumber: theguardian.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top