BANTEN — Lembah Tumpang Malang di Kabupaten Malang menyajikan perpaduan arsitektur Nusantara klasik dan panorama pegunungan, lengkap dengan sekitar seribu ornamen arca serta replika candi. Berjarak 15 kilometer atau 30 menit dari pusat Kota Malang, kawasan ini buka setiap hari pukul 07.00–17.00 WIB dengan tiket masuk Rp 60.000 per orang. Destinasi ini juga berada di perlintasan menuju Gunung Bromo.
Kawasan wisata di Jalan Slamet, Kecamatan Tumpang, ini menyerap sekitar 90 persen tenaga kerja dari warga lokal. Lahan seluas 12 hingga 20 hektare yang semula berupa rawa dan tanah tidak bertuan mulai digarap sejak 2014 oleh Prof Yogi Sugito, mantan Rektor ke-11 Universitas Brawijaya.
Awalnya kompleks ini dirancang sebagai tempat peristirahatan keluarga besar. Dorongan Muspika Kecamatan Tumpang dan tingginya ketertarikan publik membuat lokasi ini resmi dibuka sebagai objek wisata komersial pada 2017.
Ikon paling menonjol adalah Candi Gito, struktur batu andesit hitam di tengah kolam ikan yang dihiasi Arca Harihara sebagai manifestasi Raja Raden Wijaya. Di sekitarnya tersebar tiruan Candi Borobudur mini, Candi Sewu, serta arca tokoh legendaris seperti Gajah Mada, Ken Dedes, Dwarapala, dan Ganesha.
Arca-arca itu digarap pemahat profesional asal Mojokerto. Dinding candi dan perabot klasik koleksi pribadi juga memuat relief yang menceritakan perjalanan hidup pendiri kawasan serta sejarah peradaban Nusantara.
Pengelola menyediakan hingga 12 kolam renang yang dialiri mata air pegunungan murni tanpa campuran kaporit. Beberapa di antaranya Kolam Aryadita, Maheswara, Aurelia, dan The Hidden Paradise Pools.
Kawasan ini berjarak sekitar 15 kilometer dari pusat Kota Malang, atau sekitar 30 menit perjalanan. Lokasinya berada di perlintasan menuju Gunung Bromo, sehingga mudah disinggahi dalam rute perjalanan ke kawasan wisata Bromo.
Jam operasional buka setiap hari pukul 07.00 hingga 17.00 WIB. Harga tiket masuk harian Rp 60.000 per orang. Untuk menginap, tersedia kamar resort mulai Rp 500.000 per malam, area glamping Rp 125.000 hingga Rp 350.000, serta fasilitas villa dan cottage.
Datang pagi setelah gerbang dibuka agar sempat menjelajah area arca sebelum berenang. Bawa pakaian ganti dan perlengkapan renang karena kolam tersebar di beberapa titik. Untuk ketersediaan kamar resort atau glamping, informasi terkini dapat dikonfirmasi langsung ke pengelola.
Perpaduan lanskap pegunungan yang sejuk dan edukasi kebudayaan Jawa Kuno membuat Lembah Tumpang cocok untuk liburan keluarga maupun rombongan. Alokasikan waktu setengah hari hingga sehari penuh untuk menikmati seluruh area.