Yolla Yuliana Ikut Kursus Pelatih FIVB Level I dan II di Sentul

Penulis: Vikri Alfandi  •  Rabu, 14 Oktober 2026 | 19:52:31 WIB
Pevoli putri nasional Yolla Yuliana mengikuti FIVB Coaches Course Level I di Sentul, Bogor.

BANTEN — Empat pevoli putri nasional menempuh jalur kepelatihan lebih awal. Yolla Yuliana, Agustin Wulandhari, Nandita Ayu Salsabila, dan Amalia Fajrina Nabila tercatat sebagai peserta FIVB Coaches Course Level I di Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto, Sentul, Bogor, yang digelar sepanjang Oktober 2026.

Kursus Level I berlangsung sejak 10 Oktober dan berakhir Rabu (14/10/2026). Total 40 peserta ambil bagian, tidak hanya dari Indonesia sebagai tuan rumah, tetapi juga Vietnam, Amerika Serikat, Iran, dan India.

Keikutsertaan keempat pemain tersebut jadi perhatian tersendiri. Mereka dikenal punya pengalaman panjang di dunia bola voli nasional, dan kini mulai menyiapkan bekal untuk berkarier di sisi lapangan yang berbeda.

Alasan Yolla Yuliana Ikut Kursus Meski Belum Pensiun

Yolla menegaskan keikutsertaannya bukan tanda bakal gantung sepatu. Ia menyebut kursus ini sebagai cara menambah pengetahuan dan pengalaman di bidang kepelatihan.

Keputusan belum memutuskan pensiun itu ia sampaikan langsung. Baginya, menimba ilmu kepelatihan bisa berjalan beriringan dengan karier sebagai pemain aktif.

Christian Kruger Kembali ke Indonesia untuk Kelima Kalinya

Kursus Level I menghadirkan instruktur asal Jerman, Christian Kruger. Ini bukan kunjungan pertamanya. Kruger sudah lima kali datang ke Indonesia sebagai instruktur pelatihan bola voli.

Ia menilai fasilitas di Sentul sangat mendukung penyelenggaraan kursus bertaraf internasional. Lingkungan pelatihan yang nyaman dan keramahan masyarakat Indonesia disebutnya jadi nilai tambah bagi peserta dari berbagai negara.

"Selain fasilitas yang memadai, lingkungan pelatihan nyaman dan masyarakat Indonesia ramah terhadap peserta dari berbagai negara," kata Kruger dalam keterangannya, Rabu (14/10/2026).

Kruger juga melihat bola voli Indonesia terus berkembang. Perkembangan itu, menurutnya, turut menarik minat peserta luar negeri untuk mengikuti kursus yang digelar di Tanah Air.

Materi Kursus: dari Ball School hingga Simulasi Pertandingan

Dalam pelatihan ini, Kruger menekankan penguasaan keterampilan dasar, koordinasi, serta pemahaman situasi pertandingan bagi seorang pelatih.

"Pelatih modern dituntut terus mengembangkan kemampuan seiring perubahan regulasi dan perkembangan pola permainan bola voli," katanya.

Pada hari pertama, peserta diminta menjelaskan tujuan mereka menjadi pelatih. Kegiatan dilanjutkan dengan latihan dasar penguasaan bola atau ball school, koordinasi, serta simulasi situasi pertandingan.

Hari kedua diisi materi teori dan praktik. Peserta mendapat pembelajaran soal:

  • Teknik umpan atas untuk setter
  • Permainan pemanasan
  • Latihan dasar umpan atas dan umpan bawah
  • Teknik blok
  • Kompetisi servis
  • Latihan serangan dengan pukulan open spike dan quick spike

Seluruh peserta juga menjalani persiapan ujian praktik kepelatihan. Dalam sesi itu, mereka berlatih memberikan servis dan umpan bola untuk mendukung latihan setter, spiker, serta pertahanan.

Lanjut ke Level II pada 17-21 Oktober 2026

Kursus Level I yang berakhir Rabu (14/10/2026) menjadi tahap awal rangkaian kegiatan kepelatihan FIVB di Sentul. Program berlanjut dengan kursus Level II pada 17-21 Oktober 2026.

Lewat kegiatan ini, para peserta diharapkan meningkatkan kompetensi dalam melatih dan mengembangkan kemampuan pemain bola voli, baik di tingkat pembinaan maupun kompetisi.

Reporter: Vikri Alfandi
Sumber: sport.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top