Dokter Spesialis Anak Bethsaida Hospital Serang Jelaskan Tongue Tie Bukan Satu-satunya Penyebab Bayi Sulit Menyusu

Penulis: Alfin Murtado  •  Sabtu, 17 Oktober 2026 | 07:16:31 WIB
Dokter spesialis anak Bethsaida Hospital Serang menjelaskan tongue tie bukan satu-satunya penyebab bayi sulit menyusu.

SERANG — Kesulitan menyusu pada bayi menjadi salah satu kekhawatiran utama orang tua, terutama saat bayi sulit melekat pada payudara, sering terlepas, atau berat badannya tidak naik sesuai harapan. Tongue tie sering dicurigai sebagai penyebab, namun dr. Viany menekankan bahwa kondisi itu bukan satu-satunya kemungkinan.

Dokter yang berpraktik di Bethsaida Hospital Serang itu menjelaskan bahwa penilaian menyusui harus dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya berfokus pada kondisi lidah bayi.

Apa Itu Tongue Tie dan Bagaimana Pengaruhnya pada Proses Menyusu

Tongue tie atau ankyloglossia adalah kondisi ketika frenulum — jaringan yang menghubungkan bagian bawah lidah dengan dasar mulut — membatasi pergerakan lidah. Lidah berperan penting dalam proses menyusu, mulai dari membantu bayi melekat pada payudara, mengisap ASI, hingga menelan.

Jika pergerakan lidah benar-benar terbatas, proses menyusu bisa terganggu. Meski begitu, frenulum yang tampak pendek tidak otomatis menandakan bayi mengalami gangguan menyusu.

Yang lebih penting adalah menilai apakah kondisi tersebut benar-benar membatasi fungsi lidah dan memengaruhi kemampuan bayi menyusu secara efektif.

Tanda Bayi Kesulitan Menyusu yang Perlu Diwaspadai Orang Tua

Bayi dengan kesulitan menyusu dapat menunjukkan sejumlah tanda khas. Mereka sulit melekat pada payudara, sering terlepas saat menyusu, atau mengeluarkan bunyi "klik" saat menyusu.

Proses menyusu juga bisa berlangsung lama, membuat bayi mudah lelah, dan tetap tampak belum puas setelahnya. Pada ibu, kondisi tersebut dapat disertai nyeri atau luka pada puting, sementara berat badan bayi tidak bertambah sesuai harapan.

Meski tanda-tanda itu kerap ditemukan pada bayi dengan tongue tie, penyebabnya bisa beragam. Posisi dan pelekatan yang belum tepat menjadi salah satu faktor penghambat.

Faktor dari Bayi hingga Ibu yang Turut Memengaruhi Kelancaran Menyusui

Bayi yang lahir prematur, mudah mengantuk, mengalami hidung tersumbat, atau belum memiliki koordinasi mengisap, menelan, dan bernapas yang optimal juga berisiko mengalami kesulitan menyusu.

Dari sisi ibu, bentuk puting, kondisi payudara, produksi ASI, serta aliran ASI yang terlalu cepat atau lambat turut memengaruhi proses menyusui.

"Masalah menyusui bisa berasal dari bayi, ibu, atau kombinasi keduanya. Karena itu, evaluasinya perlu dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya berfokus pada lidah bayi," terang dr. Viany.

Kapan Tindakan Medis pada Frenulum Diperlukan

Tidak semua bayi dengan tongue tie memerlukan tindakan medis. Pada sebagian bayi, masalah menyusu dapat membaik setelah posisi dan pelekatan diperbaiki serta ibu memperoleh pendampingan laktasi yang sesuai.

Dalam konsultasi laktasi, dokter mengevaluasi posisi bayi, pelekatan pada payudara, pola isapan, proses menelan, kondisi rongga mulut, perpindahan ASI, serta pertumbuhan dan berat badan bayi.

Tindakan pada frenulum dapat dipertimbangkan apabila keterbatasan gerak lidah terbukti mengganggu fungsi menyusu secara bermakna. Keputusan itu perlu didasarkan pada hasil evaluasi klinis, bukan semata-mata pada bentuk frenulum.

"Tindakan pada frenulum tidak otomatis diperlukan pada setiap bayi. Yang utama adalah menilai apakah ada gangguan fungsi yang benar-benar memengaruhi proses menyusu," ujar dr. Viany.

Kapan Orang Tua Perlu Segera Mencari Bantuan Medis

Orang tua disarankan berkonsultasi dengan dokter spesialis anak atau konselor laktasi apabila bayi terus sulit melekat pada payudara, sering terlepas, mudah lelah, atau menyusu dalam waktu lama tetapi tetap tampak belum puas.

Kenaikan berat badan yang kurang optimal juga menjadi indikasi perlunya evaluasi. Ibu sebaiknya mencari bantuan apabila mengalami nyeri atau luka pada puting secara berulang.

Evaluasi sejak dini membantu mengidentifikasi penyebab kesulitan menyusu dan menentukan pendampingan yang sesuai. Apabila bayi tampak sangat lemas, sulit dibangunkan untuk menyusu, atau menunjukkan tanda kekurangan cairan, orang tua perlu segera mencari pertolongan medis.

Direktur Bethsaida Hospital Serang, dr. Tirta Mulya, menyampaikan bahwa keberhasilan menyusui melibatkan kondisi dan kesiapan ibu maupun bayi.

"Melalui layanan Dokter Spesialis Anak yang didukung Konseling Laktasi, kami ingin membantu orang tua mendapatkan evaluasi dan pendampingan yang tepat sejak awal," pungkasnya.

Reporter: Alfin Murtado
Sumber: mediabantencyber.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top