BANTEN — Ratusan motor trail yang berjejer di lahan kosong tanpa atap di Bekasi bukan kendaraan program MBG, melainkan milik mitra pengadaan untuk Kementerian Pertahanan. Kapendam Jaya Letkol Arf Noor Iskak memastikan kendaraan itu menunggu distribusi ke Batalyon Teritorial Pembangunan di Papua, bukan terbengkalai seperti narasi yang beredar.
Penjelasan Iskak sekaligus memutus kaitan antara kendaraan di Bekasi dengan program Makan Bergizi Gratis. Sebelumnya, warganet di Threads mengunggah foto dan video deretan motor trail yang terparkir di lahan kosong tanpa atap, bersebelahan dengan tumpukan rongsokan, ekskavator, dan truk pengangkut barang bekas.
Menurut Iskak, kendaraan tersebut dialokasikan untuk menunjang operasional prajurit TNI, khususnya Batalyon Teritorial Pembangunan di wilayah Indonesia bagian timur. Papua menjadi daerah penerima utama.
"Diperuntukkan bagi kebutuhan operasional Batalyon Teritorial Pembangunan (Batalyon TP) di wilayah Indonesia Timur, khususnya Papua," ujar Iskak.
Batalyon TP sendiri merupakan satuan yang bergerak di pembangunan infrastruktur teritorial. Motor trail dipilih karena medan jangkauan satuan ini menuntut kendaraan yang mampu melewati jalur tanah dan berbukit, bukan sekadar motor bebek atau matic standar.
Iskak membantah narasi bahwa ratusan motor di Bekasi terbengkalai. Menurutnya, lokasi tersebut menjadi titik penyimpanan sementara sebelum kendaraan dikirim ke satuan penerima.
"Keberadaan kendaraan tersebut di wilayah Bekasi berkaitan dengan proses pengadaan dan penyiapan kendaraan sebelum didistribusikan kepada satuan penerima sesuai peruntukannya," tutur Iskak.
Iskak meminta masyarakat membaca informasi soal keberadaan motor trail itu dalam konteks proses pengadaan dan dukungan operasional. "Sehingga tidak menimbulkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat," ujarnya.
Meski begitu, kondisi parkir di lahan terbuka tanpa atap tetap memantik pertanyaan soal perlindungan unit. Motor trail yang dibiarkan terkena hujan dan panas berisiko mempercepat penurunan kondisi cat, kelistrikan, dan komponen karet sebelum sempat dipakai.
Juru bicara Badan Gizi Nasional Tysa Novenny juga membantah motor listrik dalam video viral tersebut milik BGN. Tysa menyatakan pihaknya sudah mengecek dan membandingkan kendaraan dalam video dengan motor trail listrik yang diadakan pada 2025.
Kejaksaan Agung memastikan hal serupa. Motor-motor dalam video bukan barang bukti kasus dugaan korupsi pengadaan motor listrik di BGN. Dua pernyataan itu menutup spekulasi yang sempat menyebut kendaraan di Bekasi sebagai motor trail listrik program MBG yang dibuang.
Bagi pembaca yang sempat melihat unggahan di Threads, kasus ini jadi pengingat sederhana: foto deretan kendaraan di lahan kosong tidak otomatis berarti barang telantar atau milik program tertentu. Verifikasi ke instansi terkait tetap langkah pertama sebelum menyimpulkan.