TANGERANG — Achmad Dimyati Natakusumah menilai jabatan, pangkat, rumah mewah, kendaraan, dan harta berlimpah tidak akan ikut ketika seseorang wafat. Di hadapan jamaah yang memadati Pondok Pesantren Daarul Falahiyyah, ia menegaskan hanya tiga hal yang menyertai manusia ke akhirat.
"Rumah besar tidak terbawa, mobil banyak tidak terbawa, harta berlimpah juga tidak terbawa. Apa yang akan terbawa? Yang terbawa adalah amal saleh, ilmu yang bermanfaat, serta anak yang saleh dan salehah," ujar Wagub Dimyati dalam sambutannya.
Dimyati menuturkan, kedudukan sebagai pejabat tidak menjamin kemuliaan seseorang. Menurutnya, keimanan, ketakwaan, dan amal perbuatan yang menentukan derajat manusia.
"Jadi, Saudara-saudara sekalian, itu yang bisa menyelamatkan. Bukan yang berpangkat, bukan wakil gubernur yang bisa mendapatkan kemuliaan dari Allah. Namun, yang dimuliakan oleh Allah adalah mereka yang memiliki keimanan dan ketakwaan," katanya.
Ia meminta warga mengambil pelajaran dari keteladanan almarhum Abuya Gomrowi, terutama soal bakti kepada orang tua. Menyayangi keluarga, saudara, dan sahabat disebutnya sebagai warisan kebaikan yang ditinggalkan ulama tersebut.
Dalam kesempatan itu, Wagub Banten mengajak jamaah meneladani akhlak Rasulullah melalui empat sifat utama: sidik, amanah, fatanah, dan tablig. Sifat-sifat itu dinilainya relevan bagi pejabat maupun masyarakat umum.
"Kalau tidak memiliki sifat sidik, amanah, fatanah, dan tablig seperti yang dicontohkan Rasul, baik sebagai pejabat maupun apa pun, maka akan rusak. Jangankan nanti di akhirat, di dunia saja bisa bermasalah," tegasnya.
Dimyati juga menyoroti pentingnya menjaga persaudaraan di antara umat Islam. Menurutnya, momentum Maulid menjadi pengingat agar umat saling mencintai dan mempererat hubungan sesama.
"Kita umat Islam semuanya bersaudara. Kita sudah diajarkan Rasulullah melalui momentum Maulid ini agar saling mencintai dan bersaudara," imbuhnya.
Di akhir sambutannya, Wagub mengapresiasi penyelenggaraan Maulid Nabi dan Haul Akbar ke-12 Abuya Gomrowi. Kegiatan keagamaan dinilai berkontribusi menambah ilmu pengetahuan warga.
Ia menghubungkan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual dengan kemajuan daerah. "Kalau masyarakatnya memiliki ilmu, kecerdasan, dan pengetahuan, ditambah lagi kecerdasan emosional serta kecerdasan spiritual, maka Banten ini akan maju," tutupnya.