Samsung Ungkap Uji Ketahanan Galaxy Z Fold8, Bobot Cuma 201 Gram

Penulis: Alfin Murtado  •  Kamis, 05 November 2026 | 10:05:31 WIB
Samsung membeberkan lebih dari 100 ragam pengujian keandalan Galaxy Z Fold8 Series sebelum masuk lini produksi.

BANTEN — Samsung membeberkan proses validasi Galaxy Z Fold8 Series yang melewati lebih dari 100 ragam pengujian keandalan sebelum masuk lini produksi. Ponsel lipat berbobot 201 gram itu disebut mengombinasikan layar, engsel, rangka, dan struktur internal sebagai satu kesatuan mekanis. Pengungkapan ini memberi gambaran seberapa jauh rekayasa diperlukan untuk menipiskan perangkat tanpa mengorbankan durabilitas.

Galaxy Z Fold8 Series dirancang dengan pendekatan yang tidak memisahkan kekuatan engsel dari ketahanan layar. Samsung menilai tantangan utama ponsel lipat justru muncul ketika seluruh komponen harus bekerja serempak saat perangkat dibuka, ditutup, atau menerima tekanan dari luar.

Karena itu, evaluasi tidak berhenti pada uji masing-masing bagian. Interaksi antarkomponen ikut dinilai, termasuk bagaimana engsel bergerak tanpa mengganggu perlindungan panel layar dan bagaimana rangka menopang bodi tanpa membuat perangkat terlalu tebal.

Apa Saja yang Diuji Samsung

Lebih dari 100 jenis pengujian validasi dijalankan pada lini Fold8. Cakupannya meliputi pelipatan berulang, benturan akibat terjatuh, tekanan, kelembapan, hingga paparan partikel.

Angka tersebut merujuk pada ragam skenario uji, bukan batas jumlah lipatan yang bisa dilalui layar. Tujuannya mengevaluasi respons perangkat terhadap beragam kondisi pemakaian, bukan menetapkan satu patokan tunggal.

Samsung juga memanfaatkan pengalaman delapan generasi ponsel lipat untuk memetakan titik rawan tekanan. Temuan itu dipakai memperkuat bagian kritis sambil mengefisienkan desain secara keseluruhan.

Klaim Ketahanan punya Batas

Lolos serangkaian uji bukan berarti Fold8 kebal terhadap segala bentuk kerusakan. Paparan partikel dalam pengujian juga tidak otomatis menjadikan perangkat sepenuhnya kedap debu.

Pengguna tetap disarankan menghindari tekanan berlebihan pada layar lipat, benturan keras, dan kontak dengan benda tajam. Sifat mekanis panel lipat masih menyisakan keterbatasan yang tidak hilang lewat rekayasa.

Rekayasa di Balik Bodi 4,5 mm

Galaxy Z Fold8 tercatat berbobot 201 gram, dengan ketebalan 4,5 mm saat dibuka dan 9,7 mm ketika dilipat. Dalam catatan spesifikasi Samsung, pengukuran ketebalan terbuka tidak mencakup bingkai layar utama.

Untuk mencapai dimensi itu, Samsung meninjau sekitar 270 komponen plus lebih dari 180 jenis komponen pendukung. Optimalisasi menyentuh layar, engsel, rangka, dan susunan komponen internal.

Material dipilih menurut fungsi mekanis tiap bagian. Salah satu teknologi yang dipakai adalah Flex Titanium, yang memadukan lapisan paduan titanium sangat tipis dengan pelat penyangga titanium yang diperkuat.

Menurut Samsung, kombinasi itu memangkas ketebalan modul layar hingga 10% sekaligus menjaga kekuatan dan fleksibilitas saat perangkat dilipat. Pada rangka, Advanced Armor Aluminum dipakai untuk menaikkan kekakuan struktur dan ketahanan terhadap deformasi permanen tanpa menambah bobot berlebihan.

Pengelolaan Daya dan Panas

Rekayasa tidak berhenti di sisi mekanis. Samsung menyebut Fold8 dan Fold8 Ultra memakai dual-path charging architecture sebagai bagian dari optimalisasi sistem pengisian, sekaligus mengelola panas saat perangkat bekerja.

Rangkaian uji dan penyesuaian komponen itu menunjukkan satu hal: menipiskan ponsel lipat menuntut kompromi terukur pada bobot, ruang internal, dan keandalan. Samsung belum memerinci jadwal ketersediaan Galaxy Z Fold8 Series di pasar Indonesia.

Reporter: Alfin Murtado
Sumber: inet.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top