SERANG — Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Banten baru menjangkau 5.418.251 warga hingga saat ini. Angka itu setara 42 persen dari total penduduk provinsi, menyisakan jutaan warga yang belum terdeteksi kondisi kesehatannya.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, dr. Ati Pramudji, menyebut pihaknya terus mendorong warga yang belum memeriksakan diri untuk segera datang ke fasilitas kesehatan. Setiap warga yang belum diperiksa, kata dia, adalah potensi penyakit yang belum terdeteksi.
Hipertensi dan Diabetes Mendominasi Temuan Pemeriksaan
Dari pemeriksaan terhadap jutaan warga yang sudah mengikuti program, dua penyakit paling banyak ditemukan adalah hipertensi dan diabetes. Temuan ini menjadi dasar bagi pemerintah untuk memperkuat upaya pencegahan sekaligus meningkatkan layanan bagi warga yang membutuhkan penanganan lanjutan.
“Kami akan terus mendorong agar sisa target bisa tercapai. Setiap warga yang belum diperiksa adalah potensi penyakit yang belum terdeteksi,” ujar Ati, Rabu (12/8/2026).
Pemeriksaan kesehatan sejak dini dinilai penting, terutama untuk penyakit yang kerap tidak menunjukkan gejala. “Dan itu adalah tanggung jawab kami untuk menjangkau mereka,” tegasnya.
Gubernur Minta Warga Tak Takut Periksa Kesehatan
Gubernur Banten Andra Soni mengimbau masyarakat tidak takut mengetahui kondisi kesehatannya melalui program CKG. Ia menekankan bahwa deteksi dini justru memudahkan penanganan dan pencegahan penyakit.
“Dengan kita tahu penyakit, kita tahu bagaimana mengobatinya, kita tahu bagaimana mengantisipasinya,” ujar Andra.
Pemerintah mendorong warga memanfaatkan CKG sebagai langkah awal untuk mengetahui kondisi tubuh sekaligus mengubah pola hidup apabila ditemukan faktor risiko penyakit. Layanan ini menjadi pintu masuk bagi warga untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut di fasilitas kesehatan.