BANTEN — Gunung Ibu di Maluku Utara kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya. Erupsi terbaru terjadi pada Sabtu (12/9/2026) pukul 22.31 WIT, berdasarkan informasi letusan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia.
Tinggi kolom abu teramati sekitar 700 meter di atas puncak, atau 2.025 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal mengarah ke timur laut. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung.
Frekuensi Erupsi Sepanjang Sepekan
Dalam sepekan terakhir, Gunung Ibu tercatat sudah erupsi 49 kali. Sepanjang tahun 2026, MAGMA Indonesia merekam 1.493 letusan Gunung Ibu dari total 4.602 letusan gunung api di seluruh Indonesia.
Angka itu menempatkan Gunung Ibu sebagai gunung api dengan letusan terbanyak kedua. Gunung Semeru di Jawa Timur memimpin dengan 1.795 kali letusan.
Data Kegempaan 12 September 2026
Pengamatan kegempaan pada 12 September 2026 pukul 00.00-23.59 WIT mencatat 102 kali gempa letusan/erupsi. Amplitudo gempa berkisar 15-28 milimeter dengan lama gempa 34-154 detik.
Selain itu, terekam 1 kali gempa hembusan dengan amplitudo 6 milimeter dan lama gempa 32 detik. Terjadi pula 9 kali gempa harmonik dengan amplitudo 2-10 milimeter dan lama gempa 32-125 detik.
Status Level II (Waspada)
Menurut laporan aktivitas gunung api MAGMA Indonesia, tingkat aktivitas Gunung Ibu berada di Level II (Waspada). Status ini menandakan gunung api masih aktif bergerak dan perlu pemantauan ketat.
PVMBG menghimbau masyarakat di sekitar Gunung Ibu dan pengunjung atau wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 2 kilometer. Perluasan sektoral juga berlaku berjarak 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara kawah aktif Gunung Ibu.
Yang Perlu Dipahami Wisatawan
Bagi traveler yang merencanakan kunjungan ke kawasan Maluku Utara, imbauan radius larangan ini bersifat wajib. Aktivitas mendaki atau mendekati kawah dalam radius tersebut berisiko tinggi terhadap keselamatan.
Kolom abu yang mengarah ke timur laut juga perlu diperhatikan. Arah angin dapat memengaruhi sebaran abu vulkanik ke permukiman atau jalur perjalanan di sekitarnya.
Informasi terkini mengenai aktivitas Gunung Ibu dapat dipantau langsung melalui aplikasi MAGMA Indonesia atau dikonfirmasi ke PVMBG dan dinas pariwisata setempat sebelum berangkat.