Kekeringan di Pandeglang Meluas ke 42 Desa, 15 Kecamatan Terdampak dan 24 Ribu Jiwa Krisis Air Bersih

Penulis: Wisnu Wardana  •  Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:35:02 WIB
Warga mengantre untuk memperoleh air bersih dari mobil tangki di Kampung Kadu Kupa, Pandeglang, Jumat (21/8/2026).

PANDEGLANG — Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang mencatat dampak kekeringan tahun ini meluas dibandingkan periode sebelumnya. Sedikitnya 6.300 kepala keluarga kini mengandalkan pasokan air dari pemerintah untuk memenuhi kebutuhan harian mereka.

"Data per hari ini ada sekitar 24 ribu jiwa atau sekitar 6.300 Kepala Keluarga di 42 desa yang ada di 15 kecamatan, terdampak kekeringan akibat musim kemarau yang berkepanjangan," kata Kepala Pelaksana BPBDPK Kabupaten Pandeglang Riza Ahmad Kurniawan, Jumat (21/8/2026).

Total 313.000 Liter Air Bersih Telah Disalurkan ke Wilayah Terdampak

Pemkab Pandeglang bergerak cepat dengan mendistribusikan air bersih ke titik-titik yang paling kritis. Hingga saat ini, total volume air yang telah disalurkan mencapai 313.000 liter untuk meringankan beban warga.

"Total air bersih yang sudah kami salurkan sebanyak 313.000 liter untuk membantu warga yang kesulitan air bersih," ujar Riza.

Distribusi air ini menyasar desa-desa yang sumurnya telah mengering. Warga diimbau untuk menggunakan pasokan air yang ada secara efisien dan prioritas pada kebutuhan pokok seperti minum, memasak, dan mandi.

"Warga diimbau agar dapat memanfaatkan air bersih ini dengan sebaik-baiknya," imbuhnya.

Kampung Kadu Kupa: Sumur Warga Mengering, Bantuan Jadi Penyelamat

Salah satu wilayah yang paling merasakan dampak kekeringan adalah Kampung Kadu Kupa. Supri, seorang warga setempat, mengungkapkan bahwa sumur miliknya dan tetangganya sudah tidak lagi mengeluarkan air karena hujan lama tidak turun.

"Kami sangat terbantu karena sumur kami sudah kering, dan air bersih juga sulit didapat," katanya.

Kondisi ini memaksa warga untuk sangat bergantung pada pasokan mobil tangki yang dikirimkan pemerintah. Tanpa bantuan tersebut, aktivitas sehari-hari seperti memasak dan membersihkan diri akan terhenti.

BPBDPK Pandeglang masih terus memantau perkembangan cuaca dan memperbarui data wilayah terdampak. Penambahan pasokan air akan dilakukan jika permintaan dari lapangan meningkat, terutama menjelang puncak musim kemarau yang diprediksi masih berlangsung beberapa pekan ke depan.

Reporter: Wisnu Wardana
Sumber: news.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top