SERANG — Operasi pencarian delapan orang yang hilang di Perairan Selat Sunda sejak Senin (7/9) terus berlanjut. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, menyatakan jangkauan penyisiran diperluas menyusul titik komunikasi terakhir yang belum memberikan petunjuk berarti.
“Namun hingga penyisiran berakhir, tim belum menemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun delapan orang yang masih dalam pencarian,” kata Amrad dalam keterangannya, Selasa (8/9).
Speedboat berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Senin siang sekitar pukul 14.00 WIB. Tujuan rombongan bukan wisata, melainkan peliputan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Komunikasi terakhir terjadi pukul 14.42 WIB. Salah seorang penumpang sempat mengirim titik koordinat kepada rekannya di Lampung melalui fitur berbagi lokasi. Tepat 22 menit kemudian, sinyal hilang.
Koordinat terakhir teridentifikasi di 6°14’40.52? Lintang Selatan dan 105°40’49.48? Bujur Timur. Titik itu berjarak 9,98 nautical mile dari kapal RIB 02 Banten, dengan estimasi waktu tempuh 40 menit.
Laporan awal Basarnas Banten menyebutkan kapal membawa delapan orang. Lima di antaranya telah dikonfirmasi sebagai jurnalis dari berbagai media.
Mereka adalah M. Bagus Khoirunnas (Antara), Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), serta Donal yang berstatus jurnalis lepas. Dua penumpang lain masih dalam proses pendataan.
Kabar hilangnya kapal baru diterima Basarnas Banten pada Selasa sekitar pukul 13.55 WIB. Informasi disampaikan Bayu, jurnalis Antara Banten. Tim Rescue Unit Siaga SAR Pandeglang kemudian mendatangi dermaga untuk mengumpulkan keterangan.
Enam personel Tim Rescue USS Pandeglang dikerahkan bersama Polairud Pandeglang dan pemilik kapal. Kapal RIB 02 Banten menyisir perairan dengan membawa peralatan pencarian di air, medis, dan komunikasi.
Kondisi cuaca di lokasi pencarian hari kedua terpantau cerah berawan. Angin bergerak dari selatan ke utara dengan kecepatan 16,7 knot, sementara tinggi gelombang berkisar 0,4 hingga 1 meter.
Speedboat yang digunakan merupakan milik kepala desa di kawasan Carita. Pemilik kapal hingga kini belum mendapatkan informasi apa pun dari kru. Pencarian akan terus dilakukan hingga ditemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun delapan penumpangnya.