BANTEN — Angka itu disampaikan Ilman dalam keterangan resmi yang mengaitkan pertumbuhan pengguna dengan pengalaman konsumen dan komunitas. Menurutnya, testimoni pemakai jadi salah satu faktor yang membentuk persepsi bahwa motor listrik layak dipakai untuk aktivitas sehari-hari.
Lonjakan empat kali lipat di pagelaran otomotif bulan lalu disebut menjadi sinyal paling konkret. Pameran memang jadi ajang favorit konsumen mencoba langsung sebelum memutuskan membeli.
Motor listrik bekerja tanpa proses pembakaran. Baterai menyimpan energi listrik, lalu menyalurkannya ke controller yang berfungsi mengatur distribusi daya sesuai kebutuhan berkendara.
Controller kemudian mengirim energi ke dinamo atau motor penggerak. Di komponen inilah listrik diubah menjadi tenaga mekanik yang memutar roda dan membuat motor melaju.
Konsekuensinya jelas: tidak ada gas buang, dan suara motor jauh lebih sunyi dibanding kendaraan berbahan bakar bensin.
Pengguna tidak perlu membeli bensin. Cukup mengisi ulang baterai di rumah atau di stasiun pengisian daya.
Biaya charge penuh rata-rata disebut setara dengan segelas kopi, namun bisa dipakai berkendara puluhan kilometer. Angka pastinya bergantung kapasitas baterai dan jarak tempuh harian.
Motor listrik tidak menghasilkan emisi gas buang. Jika makin banyak orang beralih, kualitas udara kota berpeluang membaik dalam jangka panjang.
Soal suara, motor listrik berjalan hampir tanpa bunyi. Pengalaman berkendara jadi lebih tenang, terutama saat melewati jalan perkotaan yang padat.
Tenaga motor listrik terasa langsung begitu gas ditarik, tanpa jeda. Karakter ini cocok untuk kondisi stop-and-go di jalanan macet.
Dari sisi perawatan, komponen mekanisnya lebih sedikit ketimbang motor bensin yang punya karburator, oli mesin, dan kopling. Servis pun disebut lebih sederhana dan biaya lebih ringan.
Motor listrik umumnya tampil dengan bodi ramping, lampu LED hemat energi, dan panel instrumen digital. Sejumlah model juga dilengkapi koneksi aplikasi di smartphone, indikator baterai real-time, serta mode berkendara hemat energi.
Kombinasi itu membuat kendaraan listrik tidak hanya soal ramah lingkungan, tapi juga gaya hidup praktis bagi penggunanya.
Di tengah pertumbuhan pengguna, muncul tantangan baru. Pertanyaannya bukan lagi soal mau beralih atau tidak, melainkan apakah kendaraan listrik benar-benar sesuai kebutuhan mobilitas masing-masing pengguna.
Polytron belum memerinci target populasi pengguna hingga akhir tahun. Yang jelas, angka hampir 70.000 orang dan lonjakan empat kali lipat di pameran bulan lalu menjadi indikator awal yang sulit diabaikan.