SERANG — Tim SAR gabungan kembali memperluas wilayah pencarian lima jurnalis, dua awak kapal, dan satu pemandu yang dilaporkan mengalami kondisi darurat di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau (GAK), Selat Sunda. Memasuki hari ketiga, area yang disisir bertambah dari lima menjadi enam sektor.
Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menyatakan perluasan ini merupakan arahan Kepala Basarnas RI Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii. Kabasarnas hadir langsung memantau jalannya operasi bersama Gubernur Banten Andra Soni.
Menurut Kapolda, cakupan pencarian terus bertambah setiap hari. Pada hari pertama, tim bergerak di tiga sektor. Hari kedua melebar menjadi lima sektor, dan hari ketiga ini kembali ditambah menjadi enam sektor.
"Bapak Kabasarnas menyampaikan bahwa operasi SAR hari ini dikembangkan menjadi enam sektor," kata Hengki.
Kekuatan yang diturunkan pada operasi hari ketiga melibatkan 11 kapal dari unsur TNI, Polri, Basarnas, dan potensi SAR lainnya. Lebih dari 300 personel terlibat, baik yang bertugas di lapangan maupun mendukung operasi dari posko gabungan.
"Menurut penjelasan Bapak Kabasarnas, sebanyak 11 kapal dikerahkan dalam operasi hari ini. Selain itu, lebih dari 300 personel terlibat," ujarnya.
Unsur laut dan udara dikerahkan optimal. Meski begitu, pelaksanaan operasi tetap mengikuti ketentuan keselamatan personel dan mempertimbangkan kondisi cuaca di lapangan.
"Operasi SAR harus tetap mengikuti ketentuan dan batasan keselamatan. Pencarian akan terus dilaksanakan dengan mengutamakan keselamatan seluruh personel yang terlibat," ungkap Hengki.
Seluruh informasi dan data yang dihimpun dari lapangan dikumpulkan untuk evaluasi. Hasil evaluasi itu menjadi dasar menentukan langkah pencarian berikutnya.
"Seluruh unsur terus bekerja sama dan mengumpulkan setiap informasi maupun data yang diperoleh dari lapangan. Hal tersebut menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah pencarian berikutnya," katanya.