Pria Pembawa Golok saat Keributan di GKPI Rajeg Tangerang Minta Maaf Usai Mediasi

Penulis: Zainul Arifin  •  Rabu, 23 September 2026 | 12:16:32 WIB
Aji Cahyono Putra menyampaikan permintaan maaf kepada umat Kristen usai mediasi keributan di GKPI Rajeg, Tangerang.

TANGERANG — Aji Cahyono Putra, pria yang sempat mengacungkan golok dalam keributan di rumah ibadah GKPI Rajeg, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada umat Kristen. Permintaan maaf tersebut disampaikan setelah mediasi yang difasilitasi pemerintah daerah bersama aparat kepolisian pada Minggu malam.

Dalam video permohonan maaf yang beredar, Aji mengaku khilaf atas perbuatannya. Ia menyebut keributan terjadi pada siang hari di lapangan dekat rumah ibadah.

Isi Permohonan Maaf Aji Cahyono

Dalam video tersebut, Aji menyampaikan permintaan maafnya secara langsung kepada umat Kristen yang terlibat dalam insiden itu.

"Dengan ini, saya atas nama pribadi Aji Cahyono Putra garis miring Goji, saya meminta maaf sebesar-besarnya kepada umat kristen yang tadi siang terjadi clash di lapangan," kata Aji dalam video permintaan maaf tersebut.

Ia juga menegaskan bahwa permintaan maafnya bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk penyesalan atas kekhilafan yang terjadi.

Alasan Aji Membawa Golok saat Kejadian

Aji menjelaskan bahwa golok yang ia bawa bukan untuk menyerang, melainkan karena sebelumnya digunakan untuk memotong rumput. Ia mengaku baru pulang dari acara haul sebelum kejadian berlangsung.

"Karena kekhilafan saya pulang haul, dan saya ngebabatin rumput, saya membawa sajam. Saya meminta maaf sebesar-besarnya kepada umat kristen, saya meminta maaf," jelas Aji.

Pengakuan itu menjadi bagian dari klarifikasi yang ia sampaikan usai mediasi antara dirinya dan pihak jemaat GKPI Rajeg.

Mediasi Pemda dan Polisi Selesaikan Keributan

Keributan di rumah ibadah GKPI Rajeg melibatkan sejumlah pihak dan sempat menimbulkan ketegangan di lingkungan warga Desa Mekarsari. Pemerintah daerah bersama aparat kepolisian bergerak cepat memediasi kedua belah pihak untuk mencegah konflik meluas.

Mediasi yang digelar Minggu malam menghasilkan kesepakatan damai, dengan Aji menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada umat Kristen. Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari kepolisian mengenai kemungkinan proses hukum lanjutan atas insiden tersebut.

Reporter: Zainul Arifin
Sumber: banten.inews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top