BANTEN — Harga emas batangan Antam 24 karat turun Rp 2.000 per gram menjadi Rp 2.574.000 per gram, melanjutkan tren pelemahan dalam sepekan terakhir. Harga buyback Antam juga ikut turun Rp 6.000 ke level Rp 2.380.000 per gram. Penurunan ini memperpanjang rentang harga emas Antam yang sepanjang sebulan terakhir bergerak antara Rp 2.574.000 hingga Rp 2.670.000 per gram.
Situs resmi Logam Mulia Antam mencatat harga emas satuan terkecil 0,5 gram dijual Rp 1.337.000. Adapun ukuran 10 gram dibanderol Rp 25.235.000, sementara emas ukuran terbesar 1.000 gram (1 kg) dipasarkan Rp 2.514.600.000.
Dibanding posisi sepekan lalu, harga emas Antam masih berada dalam rentang Rp 2.574.000-Rp 2.613.000 per gram. Sepanjang sebulan terakhir, pergerakan harga emas Antam tercatat di kisaran Rp 2.574.000-Rp 2.670.000 per gram.
Harga buyback emas Antam turun Rp 6.000 menjadi Rp 2.380.000 per gram. Buyback adalah harga yang dipakai Antam untuk membeli kembali emas yang dijual pemiliknya.
Selisih antara harga jual dan buyback menjadi pertimbangan utama investor ritel yang ingin merealisasikan keuntungan. Makin lebar selisihnya, makin besar kenaikan harga yang dibutuhkan agar transaksi jual beli emas fisik menghasilkan untung.
Merujuk Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34 Tahun 2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,9%. Pembeli yang menyertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) mendapat tarif lebih rendah, yakni 0,45%.
Ketentuan itu berlaku untuk transaksi emas batangan di butik Logam Mulia maupun distributor resmi Antam. Pembeli tanpa NPWP otomatis dikenakan tarif penuh sesuai aturan yang berlaku.
Pergerakan harga emas Antam dalam sebulan terakhir menunjukkan kecenderungan menurun. Posisi tertinggi sebulan terakhir tercatat Rp 2.670.000 per gram, sedangkan posisi terendah berada di Rp 2.574.000 per gram.
Penurunan harga emas Antam sejalan dengan pergerakan harga emas global yang dipengaruhi fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat serta ekspektasi kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, The Fed.
Bagi investor ritel, koreksi harga emas kerap dimanfaatkan sebagai momentum akumulasi, terutama untuk ukuran kecil seperti 0,5 gram hingga 5 gram yang lebih likuid di pasar.