Pencarian

Inalum Luncurkan Sertifikat Green Aluminium di Forum Global

Rabu, 30 September 2026 • 09:50:31 WIB
Inalum Luncurkan Sertifikat Green Aluminium di Forum Global
Inalum meluncurkan Sertifikasi Low Carbon Aluminium di sela Fastmarkets International Aluminium Conference 2026 di Denpasar, Bali.

BANTEN — PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) resmi meluncurkan Sertifikasi Low Carbon Aluminium atau Green Aluminium di sela Fastmarkets International Aluminium Conference 2026 yang berlangsung 15–17 September 2026 di Denpasar, Bali. Sertifikasi ini menjadi senjata Inalum untuk memperkuat daya saing aluminium Indonesia di pasar global yang makin menuntut produk berjejak karbon rendah. Langkah tersebut sekaligus menegaskan posisi Inalum sebagai satu-satunya produsen aluminium primer di Indonesia yang proses peleburannya ditopang energi listrik berbasis tenaga air.

Paragraf pembuka: Peluncuran sertifikat berlangsung bersamaan dengan Fastmarkets International Aluminium Conference 2026, forum tahunan industri aluminium global yang tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-40. Ajang tersebut mempertemukan lebih dari 500 pelaku industri dan pengambil keputusan dari berbagai mata rantai industri aluminium dunia. Mereka membahas perkembangan pasar, dinamika harga dan pasokan, perdagangan global, hingga isu keberlanjutan dan pengembangan aluminium rendah karbon.

Mengapa Sertifikasi Ini Penting bagi Inalum

Sertifikasi Low Carbon Aluminium menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat nilai tambah sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk aluminium Inalum. Direktur Pengembangan Usaha dan Komersial Inalum, Arif Haendra, menyatakan pasar global semakin memberi perhatian pada produk aluminium dengan jejak karbon lebih rendah.

"Pasar global semakin memberikan perhatian terhadap produk aluminium dengan jejak karbon yang lebih rendah. INALUM memiliki keunggulan karena proses produksi aluminium kami ditopang oleh energi berbasis tenaga air (renewable energy). Keunggulan ini ingin kami terjemahkan menjadi posisi tawar yang lebih kuat, sehingga produk aluminium Indonesia semakin kompetitif dan memiliki akses yang lebih luas di pasar internasional," ujar Arif.

Keunggulan yang dimaksud bukan tanpa dasar. Inalum selama ini memakai energi listrik berbasis tenaga air dalam proses peleburan aluminium. Karakteristik itu memberi fondasi bagi perusahaan untuk mengembangkan produk dengan jejak karbon lebih rendah dibandingkan produksi aluminium yang bergantung pada sumber listrik berbasis energi fosil.

Jejaring Mitra Internasional yang Diperkuat

Momentum peluncuran turut diperkuat penguatan kerja sama antara Inalum dan sejumlah mitra internasional. Mitra tersebut antara lain Mitsubishi RtM Jepang, Hartree, serta MIND ID Trading (MIT) Singapore-Concord Inggris. Kolaborasi dengan para mitra global itu menjadi bagian dari langkah Inalum memperluas jejaring internasional dan membuka peluang pengembangan pasar bagi produk aluminium perusahaan.

Kerja sama tersebut juga menunjukkan semakin terbukanya ruang bagi produk aluminium Indonesia untuk masuk dan berkembang di pasar global. Pelaku industri dunia kian menempatkan aspek emisi karbon, keberlanjutan, dan transparansi rantai pasok sebagai pertimbangan dalam pemilihan produk.

Membaca Perubahan Kebutuhan Pelanggan

Kepala Grup Komersial dan Manajemen Rantai Pasok Inalum, Jevi Amri, menambahkan bahwa sertifikasi ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam membaca perubahan kebutuhan pelanggan dan memperkuat posisi produk Inalum di pasar global.

"Bagi kami, Low Carbon Alumunium bukan hanya tentang proses produksi yang lebih rendah emisi, tetapi juga bagaimana keunggulan tersebut dapat menjawab kebutuhan pelanggan dan menciptakan peluang pasar baru. INALUM ingin memastikan bahwa kekuatan energi bersih yang kita miliki dapat memberikan nilai tambah sekaligus memperkuat posisi aluminium Indonesia dalam rantai pasok global," tutur Jevi.

Peluncuran Low Carbon Aluminium di ajang Fastmarkets 2026 juga menjadi bagian dari upaya Inalum memperkenalkan kapabilitas industri aluminium Indonesia secara lebih luas. Sasaran perkenalan itu mencakup pelaku industri, trader, pelanggan, serta mitra strategis internasional.

Melalui penguatan produk rendah emisi karbon dan kolaborasi dengan mitra global, Inalum mendorong aluminium Indonesia memiliki daya saing yang semakin kuat. Perusahaan pelat merah itu sekaligus mengambil bagian dalam perkembangan industri aluminium dunia yang bergerak menuju rantai pasok lebih berkelanjutan.

Follow www.bantenvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tambang.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks