Dua Siswa SDN Sukamulya 01 Cikupa Tampil di FTBI Kabupaten Tangerang, Bawa Pidato Betawi dan Lagu Sunda

Penulis: Alfin Murtado  •  Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:16:02 WIB
Dua siswa SDN Sukamulya 01 Cikupa tampil pada FTBI Kabupaten Tangerang.

TANGERANG — Keikutsertaan kedua siswa ini menjadi bagian dari upaya sekolah mengenalkan budaya daerah kepada generasi muda. Kepala SDN Sukamulya 01, Didi Suhandi, menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan FTBI sebagai wujud pembinaan generasi milenial agar mengenal budaya bangsanya sendiri.

Menurut Didi, kegiatan semacam ini memberi ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan keberanian dan kreativitas, bukan hanya kemampuan akademik.

Pidato Betawi dan Lagu Sunda di Kategori Berbeda

Rayyan tampil di kategori pidato dengan membawakan Bahasa Betawi. Rafly memilih kategori lagu dan menyanyikan lagu berbahasa Sunda. Dua kategori berbeda ini memperlihatkan keragaman bahasa daerah yang tumbuh di lingkungan pendidikan Kabupaten Tangerang.

Keduanya tampil mengenakan busana tradisional, membawa identitas budaya masing-masing ke atas panggung festival.

Alasan Sekolah Dorong Siswa Tampil di FTBI

Didi menilai FTBI punya nilai penting dalam proses pendidikan. Anak-anak tidak hanya didorong memiliki kemampuan akademik, tetapi juga diberi ruang mengembangkan keberanian, kreativitas, serta kecintaan terhadap budaya.

"Selaku pimpinan, saya mendukung ajang FTBI sebagai wujud nyata pembinaan generasi milenial untuk mengenal dan mengetahui budaya bangsanya sendiri. Karena dengan mengenal bahasa dan budaya daerah, anak-anak akan lebih memahami serta menghargai kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia," ujar Didi.

Ia berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan dan mendapat dukungan semua pihak.

Bahasa Ibu Dibawa ke Panggung, Bukan Hanya di Buku Pelajaran

Penampilan Rayyan dan Rafly menjadi gambaran keberagaman budaya yang dapat tumbuh di lingkungan sekolah. Dari SDN Sukamulya 01, bahasa ibu tidak hanya diajarkan di kelas, tetapi dibawa ke atas panggung dan diperkenalkan kepada publik.

"Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan dan mendapat dukungan semua pihak. Anak-anak perlu diberikan ruang untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mengenal budaya daerahnya," katanya.

Ketika generasi muda masih mau berbicara dengan bahasa daerah, bernyanyi dengan lagu daerah, dan tampil percaya diri membawa identitas budayanya, di situlah warisan budaya tetap memiliki masa depan.

Reporter: Alfin Murtado
Sumber: faktabanten.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top