BANTEN — Delapan film ini menempatkan dua orang yang belum pernah bertemu dalam satu perjalanan yang mengubah hidup mereka. Mulai dari Nomadland yang meraih tiga Piala Oscar hingga Green Book yang memenangi Best Picture 2019, semuanya berangkat dari pertemuan tak sengaja. Kisah-kisahnya membuktikan bahwa perjalanan terbaik kadang justru lahir bersama orang yang baru dikenal.
Industri film punya cara sendiri mengolah tema perjalanan. Alih-alih menghadirkan keluarga atau sahabat lama, sejumlah sineas justru mempertemukan dua orang asing, lalu membiarkan keadaan yang menyatukan mereka. Hasilnya beragam, dari cerita bertahan hidup sampai drama persahabatan lintas kelas sosial.
Daftar berikut merangkum delapan judul yang paling sering dibicarakan, lengkap dengan latar cerita dan pemain utamanya.
Pawn mengikuti Park Doo-seok (Sung Dong-il), penagih utang berpenampilan kasar yang menyimpan sisi hangat. Berlatar Incheon, Korea Selatan, tahun 1993, ia mendatangi Myung-ja (Yunjin Kim) untuk menagih utang.
Tanpa diduga, Myung-ja menyerahkan putrinya yang masih kecil, Seung-yi (Park So-yi), sebagai jaminan. Karena berstatus imigran ilegal, Myung-ja kemudian dideportasi, dan Doo-seok mendadak jadi wali Seung-yi.
Hubungan yang bermula dari situasi terpaksa itu perlahan tumbuh jadi kedekatan layaknya ayah dan anak.
Nomadland bercerita tentang Fern (Frances McDormand), perempuan yang kehilangan pekerjaan setelah pabrik US Gypsum di Empire, Nevada, tutup pada 2011. Sepeninggal suaminya, Fern menjual sebagian besar barangnya, membeli van, lalu hidup sebagai pengembara.
Ia berpindah dari satu tempat ke tempat lain demi mencari pekerjaan. Dalam perjalanan melintasi wilayah Barat Amerika Serikat, Fern bertemu komunitas nomaden lain, termasuk Linda May, Swankie, dan Bob Wells.
Dari mereka ia belajar bertahan hidup di jalan. Fern juga membangun kedekatan dengan David, sesama nomaden yang kemudian menjadi dekat dengannya.
Berlatar Amerika Serikat tahun 1962, Green Book mengikuti perjalanan Don Shirley (Mahershala Ali), pianis klasik keturunan Afrika-Amerika, bersama Tony Lip (Viggo Mortensen). Tony adalah penjaga klub malam keturunan Italia-Amerika yang disewa sebagai sopir.
Don sedang menjalani tur konser ke wilayah Selatan Amerika Serikat. Ia butuh sopir sekaligus orang yang bisa membantunya menghadapi berbagai situasi selama perjalanan.
Kepribadian dan latar belakang keduanya jauh berbeda. Dalam perjalanan yang berpanduan The Negro Motorist Green Book, buku panduan bagi pelancong kulit hitam pada masa segregasi rasial, mereka menghadapi diskriminasi dan situasi sulit. Perlahan, keduanya saling memahami dan menghargai.
The Mountain Between Us mempertemukan Dr. Ben Bass (Idris Elba), ahli bedah saraf, dan Alex Martin (Kate Winslet), jurnalis foto. Keduanya orang asing yang sama-sama terjebak di bandara ketika penerbangan dari Boise dibatalkan akibat cuaca buruk.
Karena harus segera mencapai tujuan masing-masing, Ben dan Alex menyewa pesawat kecil yang diterbangkan Walter, pilot lokal. Namun Walter mengalami stroke di tengah penerbangan, dan pesawat jatuh di kawasan High Uintas Wilderness.
Ben, Alex, dan anjing milik Walter selamat dengan sejumlah cedera. Mereka harus bekerja sama bertahan hidup dan mencari jalan keluar dari wilayah bersalju itu.
The Bucket List mengisahkan dua pria yang sama-sama di