Spurs Bidik Gelar NBA 2026/2027, Buka Musim Lawan Oklahoma City Thunder

Penulis: Alfin Murtado  •  Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:07:31 WIB
Victor Wembanyama dan rekan-rekannya bersiap menghadapi Oklahoma City Thunder pada laga pembuka musim reguler NBA 2026/2027 di Frost Bank Center.

BANTEN — San Antonio Spurs membuka musim reguler NBA 2026/2027 dengan menjamu Oklahoma City Thunder di Frost Bank Center, Rabu (21/10) pukul 08.30 WIB. Laga ini menjadi ujian pertama bagi Victor Wembanyama dan kawan-kawan setelah musim lalu melaju hingga Final NBA sebelum takluk 1-4 dari New York Knicks.

Musim reguler NBA 2026/2027 bergulir mulai Selasa, 20 Oktober 2026 waktu Amerika Serikat. Spurs langsung mendapat lawan berat: Oklahoma City Thunder, tim yang mereka singkirkan dalam tujuh pertandingan dramatis di Final Wilayah Barat musim lalu. Duel di Frost Bank Center tersebut dijadwalkan pukul 20.30 Central Daylight Time atau Rabu pukul 08.30 WIB.

Pertemuan ini bukan sekadar laga pembuka. Hasilnya akan memberi gambaran awal soal peta persaingan Wilayah Barat yang diprediksi kembali ketat. Spurs punya modal skuad muda yang terus berkembang, tapi Thunder dan sejumlah pesaing lain masih menjadi penghalang serius menuju gelar juara.

Lompatan 28 Kemenangan dalam Satu Musim

Spurs menutup musim reguler 2025/2026 dengan 62 kemenangan dan 20 kekalahan. Mereka finis di peringkat kedua Wilayah Barat, tepat di belakang Thunder yang mengoleksi 64 kemenangan.

Pencapaian itu berbanding jauh dengan musim 2024/2025. Ketika itu Spurs hanya mengumpulkan 34 kemenangan dan menelan 48 kekalahan. Dalam setahun, mereka menambah 28 kemenangan sekaligus berubah dari tim yang belum lolos playoff menjadi penantang gelar.

Perjalanan di postseason memperkuat posisi mereka. Spurs mengalahkan Portland Trail Blazers pada putaran pertama, menyingkirkan Minnesota Timberwolves di semifinal konferensi, lalu mengatasi Thunder dalam tujuh pertandingan.

Kekalahan di Final NBA Jadi Modal Berharga

Perjalanan Spurs berhenti di Final NBA. New York Knicks menuntaskan seri dalam lima pertandingan, memastikan gelar juara dengan kemenangan 4-1.

Hasil itu menyakitkan bagi skuad yang relatif muda. Meski begitu, Spurs sudah merasakan tekanan pertandingan penentuan, menghadapi pertahanan yang semakin rapat, dan belajar bagaimana lawan mencoba mengeksploitasi kelemahan mereka dalam seri panjang.

Pengalaman tersebut membuat mereka tidak perlu memulai musim baru dari nol. Standar permainan yang dibutuhkan untuk mencapai Final NBA sudah dipahami seluruh pemain.

Wembanyama dan Penghargaan Defensive Player of the Year

Victor Wembanyama menjadi alasan utama Spurs layak diperhitungkan. Tinggi badannya sekitar 2,24 meter dengan jangkauan luar biasa, memberi kombinasi kemampuan bertahan dan menyerang yang sulit ditemukan pada pemain lain.

Pada musim 2025/2026, pemain asal Prancis itu meraih penghargaan Defensive Player of the Year. Ia mampu melindungi ring, mengganggu tembakan lawan, dan membantu pertahanan Spurs menjaga area dekat ring.

Kekuatannya tidak berhenti di sana. Wembanyama bisa mencetak angka dari luar garis tiga angka, melakukan penetrasi, dan memanfaatkan keunggulan fisik ketika berhadapan dengan pemain yang lebih kecil. Lawan yang terlalu fokus menutup area dekat ring berisiko memberi ruang untuk tembakan dari luar. Sebaliknya, pertahanan yang melebar membuka jalan bagi Spurs menyerang lewat penetrasi.

Musim ini menjadi musim keempat Wembanyama di NBA. Ekspektasi terhadapnya tidak lagi soal potensi, melainkan kemampuan memimpin tim meraih gelar. Tantangan terbesarnya adalah menjaga konsistensi sepanjang musim dan meningkatkan kualitas pengambilan keputusan.

Castle dan Harper Kurangi Ketergantungan pada Satu Pemain

Spurs tidak hanya bergantung kepada Wembanyama. Stephon Castle dan Dylan Harper memberi harapan bahwa tim ini bisa membangun fondasi kompetitif untuk beberapa tahun ke depan.

Castle menunjukkan perkembangan dalam mencetak angka dan mengatur serangan. Kemampuannya membawa bola, menembus pertahanan, serta menciptakan peluang untuk rekan setim membuatnya cocok mendampingi Wembanyama. Ketika Castle menarik perhatian pertahanan lawan, Wembanyama mendapat ruang untuk bergerak menuju ring atau mencari posisi menembak yang lebih nyaman.

Sementara itu, Harper menawarkan tambahan kreativitas di lini belakang. Kombinasi ketiganya menjadi modal Spurs memasuki persaingan Wilayah Barat yang diprediksi kembali ketat.

Reporter: Alfin Murtado
Sumber: antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top