YOGYAKARTA — Posisi pelatih kepala PSIM Yogyakarta untuk sementara diisi Guntur Cahyo Utomo sebagai caretaker. Manajemen berharap penunjukan itu membantu Laskar Mataram keluar dari periode sulit sekaligus memperbaiki performa pada pertandingan berikutnya.
Dalam lima laga awal, PSIM hanya mengamankan satu hasil imbang dan menelan empat kekalahan beruntun. Rentetan itu membuat tim yang diperkuat Ze Valente dan rekan-rekannya terpuruk di peringkat ke-16 klasemen dari total 18 tim dengan koleksi satu poin.
PSIM memulai musim dengan bermain 1-1 melawan Persita Tangerang di kandang sendiri. Setelah itu konsistensi permainan tak terjaga.
Kekalahan 0-1 dari Persebaya di Surabaya disusul takluk 1-2 saat menghadapi Madura United FC di Pamekasan. Situasi memburuk ketika Laskar Mataram kalah dua kali di kandang, masing-masing 0-4 dari Persija Jakarta dan 1-2 ketika menjamu PSM Makassar.
Catatan statistik memperlihatkan persoalan utama PSIM pada awal kompetisi. Dalam lima pertandingan, tim baru mencetak tiga gol sementara gawang mereka telah kebobolan 10 kali.
Dalam dua kekalahan kandang terakhir, PSIM kemasukan enam gol dan hanya mampu membalas satu gol. Pertahanan menjadi sorotan utama di samping produktivitas lini depan yang minim.
Yuliana Tasno menegaskan keputusan mengakhiri kerja sama dengan Van Gastel merupakan hasil pertimbangan manajemen terhadap kondisi tim. Menurutnya, langkah itu diambil demi kepentingan terbaik PSIM, bukan semata-mata sebagai respons terhadap kekecewaan suporter atas performa tim.
"Terkait situasi yang memang belum bisa membawa PSIM kepada kemenangan, saya dan PSIM memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan Coach Jean-Paul van Gastel," ujar Yuliana.
Ia juga menekankan bahwa manajemen harus mengambil keputusan berdasarkan kebutuhan klub agar PSIM dapat segera memperbaiki keadaan.
"Yang pasti, pada prinsipnya adalah saya melakukan apa yang benar untuk PSIM," tegasnya.
Penunjukan Guntur Cahyo Utomo sebagai caretaker kini menjadi harapan baru bagi Laskar Mataram. Prioritas pembenahan mencakup perbaikan pertahanan dan peningkatan efektivitas serangan.
PSIM berupaya kembali bersaing meraih hasil positif pada pertandingan selanjutnya. Manajemen belum menyebutkan berapa lama Guntur akan memimpin tim sebelum pelatih permanen ditunjuk.