WITF 2026 Hadirkan 300 Buyer dari 45 Negara, Dorong Pasar Pariwisata RI

Penulis: Wisnu Wardana  •  Minggu, 18 Oktober 2026 | 14:50:01 WIB
Pameran Wonderful Indonesia Tourism Fair (WITF) 2026 mempertemukan sekitar 250–300 buyer dari 45 negara di Jakarta.

BANTEN — Wonderful Indonesia Tourism Fair (WITF) 2026 mempertemukan sekitar 250 hingga 300 buyer dari 45 negara di Jakarta untuk memperluas akses pasar pariwisata nasional. Pameran bertema business-to-business ini dirancang sebagai wadah pertemuan langsung antara pelaku industri dan pembeli global. Ajang tersebut menjadi bagian dari strategi penguatan promosi destinasi Indonesia di tengah tren perjalanan yang semakin bergeser.

Pameran ini dirancang sebagai wadah pertemuan bisnis antarpelaku industri pariwisata (business-to-business/B2B) sekaligus sarana promosi langsung kepada konsumen (business-to-consumer/B2C). Selain pameran, WITF 2026 menghadirkan sejumlah kegiatan pendamping.

Rangkaian Acara WITF 2026

  • Pameran dan business matching antara pelaku industri dan buyer internasional
  • Forum diskusi (talkshow) seputar tren dan peluang pasar pariwisata
  • Welcome dinner untuk peserta dan mitra
  • Pre-tour dan post-tour memperkenalkan potensi destinasi serta produk pariwisata Indonesia

"Tahun ini, WITF mempertemukan sekitar 250 hingga 300 buyer dari 45 negara. Kami senang dapat mendukung inisiatif ini serta menantikan terjalinnya kemitraan dan peluang baru dalam perluasan promosi dan akses pasar pariwisata Indonesia melalui kegiatan ini," kata Widiyanti dikutip Minggu, 18 Oktober 2026.

Kinerja Pariwisata Januari–Agustus 2026

Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 10,58 juta, naik 5,38 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Pada semester pertama 2026, sektor pariwisata menghasilkan devisa 8,43 miliar dolar AS atau setara Rp140,95 triliun.

Perjalanan wisatawan nusantara hingga Agustus 2026 melampaui 840 juta perjalanan, tumbuh lebih dari 4 persen. Angka tersebut menunjukkan peran pariwisata domestik dalam menggerakkan aktivitas ekonomi dan menciptakan peluang usaha di berbagai daerah.

"Pencapaian ini menunjukkan ketahanan sektor pariwisata kita," ucap Widiyanti.

Mengapa Kualitas Jadi Kunci

Widiyanti menekankan pertumbuhan jumlah wisatawan perlu diimbangi peningkatan kualitas produk, pelayanan, dan pengalaman berwisata. Wisatawan dinilai semakin mengutamakan pengalaman unik, autentik, dan bermakna.

Pergeseran preferensi itu menjadi peluang bagi Indonesia menghadirkan produk wisata berkarakter kuat, mengedepankan keberlanjutan, serta mencerminkan kekayaan alam dan budaya Nusantara. Potensi yang bisa digarap mencakup wisata alam, budaya, wellness tourism, gastronomi, hingga wisata bahari.

Peran Business Matching bagi Pelaku Usaha

"Di sinilah WITF memegang peranan penting. WITF lebih dari sekadar platform promosi pariwisata. Melalui business matching, para pelaku bisnis pariwisata dapat berinteraksi langsung dengan buyer, memahami preferensi pasar, mengidentifikasi produk yang sedang diminati, dan menjajaki peluang kerja sama yang konkret," ungkap Widiyanti.

Pertemuan bisnis terarah diharapkan memperluas jaringan distribusi pelaku industri, membangun kemitraan dengan mitra potensial, serta menyesuaikan penawaran produk dengan kebutuhan wisatawan dari berbagai negara.

Harapan ke Depan

Widiyanti berharap WITF terus berkembang menjadi platform strategis yang menghubungkan industri pariwisata Indonesia dengan pasar domestik dan internasional. Keberhasilan pembangunan pariwisata, menurutnya, tidak semata diukur dari pertumbuhan kunjungan.

"Tujuan kita bukanlah sekadar mendatangkan lebih banyak turis ke Indonesia, melainkan memadukan penawaran pariwisata Indonesia dengan pasar yang tepat, memberikan pengalaman pariwisata yang lebih baik, serta meningkatkan nilai ekonomi yang dihasilkan dari setiap kunjungan. Dan yang terpenting, kita ingin nilai tersebut menjangkau lebih banyak orang, mulai dari pelaku usaha pariwisata, UMKM, pekerja, hingga masyarakat di seluruh Indonesia," pungkasnya.

Bagi traveler yang ingin mengikuti perkembangan agenda WITF berikutnya, informasi jadwal dan pendaftaran dapat dipantau melalui kanal resmi Kementerian Pariwisata.

Reporter: Wisnu Wardana
Sumber: nasional.tvrinews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top