SERANG — Pemkot Serang menempatkan uji coba bus listrik sebagai bagian dari penataan angkutan umum di ibu kota provinsi. Budi Rustandi menyebut kehadiran transportasi publik yang layak menjadi kebutuhan untuk mendukung mobilitas warga sekaligus memperkuat posisi Kota Serang sebagai pusat pemerintahan Banten.
Kolaborasi dengan DAMRI berangkat dari instruksi Gubernur Banten Andra Soni. Budi mengatakan pihaknya diarahkan agar segera menggandeng operator pelat merah itu untuk pembenahan angkutan umum di Kota Serang.
"Kami diarahkan dan diinstruksikan Pak Gubernur Andra Soni untuk segera berkolaborasi dengan DAMRI dalam rangka perbaikan transportasi umum di Kota Serang yang nyaman dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, khususnya Kota Serang," ujarnya.
Sebelum uji coba digelar, jajaran Pemkot Serang mendatangi kantor DAMRI di Jakarta pada Selasa, 21 September 2026. Pertemuan itu menjadi dasar penjadwalan lima hari uji coba di Terminal Pakupatan.
Uji coba dimulai 19 Oktober 2026 dan berlangsung selama lima hari. Wali kota turut serta dalam penjajakan hari pertama, bukan hanya menerima laporan dari dinas terkait.
Terminal Pakupatan dipilih sebagai titik awal karena berperan sebagai simpul kedatangan dan keberangkatan penumpang dari berbagai kabupaten/kota di Banten. Dari sana, rencana pengembangan rute bus listrik bisa diukur kesiapannya.
Budi menempatkan transportasi publik sebagai salah satu syarat agar Kota Serang berfungsi penuh sebagai ibu kota Provinsi Banten. Menurut dia, status administratif saja tidak cukup tanpa layanan angkutan yang bisa dinikmati warga sehari-hari.
"Ini upaya Pemerintah Kota Serang dalam menjadikan ibu kota sesungguhnya. Tentu jangan ketinggalan juga terkait transportasi umumnya yang layak dan bisa dinikmati warga Kota Serang," katanya.
Hasil uji coba lima hari akan menjadi bahan penilaian sebelum Pemkot Serang dan DAMRI memutuskan kelanjutan layanan. Warga Kota Serang menantikan apakah bus listrik ini akan masuk ke rute reguler atau berhenti di tahap penjajakan.