Veda Ega Pratama Finis Peringkat 2 di Moto3 Malaysia 2026 Usai Duel Ketat di Sepang

Penulis: Zainul Arifin  •  Sabtu, 07 November 2026 | 17:52:31 WIB
Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama finis peringkat kedua di Moto3 Malaysia 2026 setelah duel ketat di Sirkuit Sepang.

BANTEN — Veda Ega Pratama mengunci podium kedua di Moto3 Malaysia 2026 yang berlangsung di Sirkuit Sepang, Minggu (1/11/2026). Pembalap Indonesia berusia 17 tahun itu start dari posisi kedelapan dan langsung menembus lima besar pada lap pertama.

Balapan di Sirkuit Sepang berjalan panas sejak lap pembuka. Veda Ega Pratama, yang memulai dari grid kedelapan, mengambil risiko menyalip di tikungan awal dan berhasil masuk kelompok depan sebelum lap pertama usai.

Sejak saat itu, posisinya tak pernah jauh dari tiga pembalap terdepan. Hakim Danish, David Almansa, dan Alvaro Carpe menjadi lawan langsung Veda sepanjang balapan.

Empat Pembalap Saling Salip hingga Lap Terakhir

Persaingan keempat pembalap berlangsung ketat tanpa jeda. Posisi bergantian di setiap tikungan, dengan Veda beberapa kali nyaris kehilangan cengkeraman di lintasan.

Memasuki lap-lap akhir, rombongan empat pembalap itu masih rapat. Veda memilih bertahan di posisi kedua ketimbang memaksa menyerang pemimpin balapan, dan strategi itu berbuah podium.

Hasil ini menambah koleksi podium Veda di Moto3 2026. Sebelumnya, pembalap asal Wonosari itu juga mencatat podium di Moto3 Brasil 2026.

Start dari Posisi Kedelapan, Finis di Depan Tiga Rival Berat

Posisi start kedelapan sebenarnya bukan modal ideal di Sepang. Trek lurus panjang dan suhu panas biasanya menyulitkan pembalap untuk menyalip di awal balapan.

Veda membuktikan sebaliknya. Dalam satu lap, ia sudah berada di kelompok lima besar, lalu bertahan di sana hingga bendera finis.

Keberhasilan menembus lima besar di lap pertama itu yang membuat Veda punya ruang bertarung dengan Hakim Danish, David Almansa, dan Alvaro Carpe, bukan terjebak di rombongan tengah.

Modal Penting Menuju Sisa Musim Moto3 2026

Podium di Sepang menjaga posisi Veda di papan atas klasemen Moto3 2026. Konsistensi finis di kelompok depan menjadi kunci bagi pembalap yang baru berusia 17 tahun itu.

Sepanjang musim ini, Veda sudah melewati sejumlah momen berat, termasuk insiden di Moto3 Amerika Serikat 2026. Ia bangkit dan kembali kompetitif di seri-seri berikutnya.

Perjalanan kariernya sendiri terbilang tidak biasa. Veda memulai dari motocross sebelum beralih ke lintasan aspal, dan kini namanya masuk pembicaraan sebagai kandidat pembalap Indonesia berikutnya yang menuju MotoGP.

Soal target naik kelas, Veda pernah menyatakan belum ingin terburu-buru. Fokusnya saat ini masih di Moto3, menyelesaikan musim dengan hasil sebaik mungkin sebelum melangkah ke level berikutnya.

Reporter: Zainul Arifin
Sumber: enamplus.liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top