Pencarian

Ribuan Santri dan Ulama Banten Deklarasikan Tiga Komitmen Kebangsaan di Alun-Alun Rangkasbitung

Minggu, 08 November 2026 • 17:16:01 WIB
Ribuan Santri dan Ulama Banten Deklarasikan Tiga Komitmen Kebangsaan di Alun-Alun Rangkasbitung
Ribuan santri dan ulama menghadiri deklarasi Tiga Komitmen Kebangsaan di Alun-Alun Rangkasbitung, Lebak.

LEBAK — Puncak peringatan Hari Santri Nasional tingkat Provinsi Banten itu digelar secara swadaya oleh keluarga besar pesantren. Ketua Presidium FSPP Banten KH Fadlullah menyebut penyelenggaraan mandiri sebagai wujud gotong royong dan kemandirian pesantren.

Kapolda Banten Brigjen Pol Hendra Kurniawan hadir beserta jajaran. Turut hadir Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah, pengurus FSPP kabupaten/kota se-Banten, perwakilan MUI, Kanwil Kementerian Agama Banten, serta ulama dan tokoh masyarakat termasuk KH Embay Mulya Syarief.

Apa Isi Tiga Komitmen Kebangsaan Itu

Komitmen pertama menegaskan posisi pesantren sebagai lembaga pendidikan yang sah, berjiwa patriotik, dan cinta tanah air. Para kiai dan santri menyatakan tanggung jawab menjaga keutuhan NKRI serta kerukunan dalam kemajemukan.

Komitmen kedua mendorong reformasi Polri agar semakin profesional, humanis, transparan, dan akuntabel. Setiap dugaan pelanggaran, termasuk dugaan penyadapan ilegal dan tindakan di luar prosedur, diminta ditangani secara objektif berdasarkan hukum.

Komitmen ketiga memperkuat kemitraan Polri dan pesantren. Kedua pihak diharapkan saling menguatkan dalam menegakkan amar makruf nahi mungkar, menjaga persatuan, dan merawat kerukunan lewat komunikasi terbuka serta kerja sama nyata di lapangan.

Mengapa Kapolda Banten Hadir di Tengah Santri

Sambutan Presidium FSPP disampaikan pimpinan Pondok Pesantren Manahijussadat, KH Sulaiman Effendi. Ia menilai kehadiran Kapolda Banten beserta jajaran menjadi momentum memperkuat komunikasi dan kemitraan antara kepolisian dan pesantren.

Lewat sambungan telepon, KH Fadlullah menyampaikan bahwa semangat swadaya Pesona Santri Banten 2026 mencerminkan kontribusi pesantren dalam menggerakkan masyarakat. Ajang itu juga dinilai memberi ruang bagi santri untuk berperan lebih luas.

Rangkaian Kegiatan Sejak 22 Oktober

Pesona Santri Banten 2026 berjalan sejak 22 Oktober lewat Festival Santri Lebak. Sehari kemudian digelar Kompetisi Pencak Silat Santri di Pondok Pesantren Darel Azhar yang diikuti lebih dari 1.500 peserta dari berbagai daerah di Banten.

Rangkaian berlanjut dengan sarasehan pesantren dan Manahijussadat Open Marching Band pada 31 Oktober. Pada 7 November, FSPP menggelar Coaching Clinic Marching Band Santri dengan menghadirkan Aprilia Dewi Amanda, Duta Budaya Santriyah sekaligus mayoret asal Wonosobo, Jawa Tengah, diikuti 12 lembaga.

Di puncak acara, lima grup marching band tampil: Gema Insan Karima, Darel Azhar Marching Band, CSPA Corps Syi'ar Putri Al Mizan, Marching Band Gema Nada Manahijussadat, dan Marching Band Syiar Arrahmah Corps. Acara ditutup istigasah dan doa bersama yang dipimpin KH Anang Azhari, pimpinan Pondok Pesantren Al-Mizan sekaligus Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Presidium FSPP Banten.

Harapan FSPP ke Pemprov Banten

FSPP berharap Pesona Santri Banten menjadi agenda tahunan yang membuka ruang lebih luas bagi santri mengembangkan kreativitas, keterampilan, dan prestasi. Forum itu juga mendorong Pemprov Banten memberi dukungan berkelanjutan, terutama di bidang pendidikan, pemberdayaan, dan penguatan kapasitas kelembagaan pesantren.

Melalui tema "Santri Menguatkan Negeri, Menuju Indonesia Emas", pesantren menegaskan perannya bukan hanya sebagai lembaga pendidikan keagamaan. Pesantren juga diposisikan sebagai kekuatan sosial yang berkontribusi menjaga persatuan dan membangun bangsa.

Follow www.bantenvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ekbisbanten.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks