SERANG — Tujuh desa di wilayah pesisir Kabupaten Serang, Banten, menerima pasokan air bersih dari DPC Partai Gerindra Kabupaten Serang bersama Tunas Indonesia Raya (TIDAR) Banten di tengah musim kemarau. Sebanyak 80.000 liter air didistribusikan ke Kecamatan Pontang dan Kecamatan Tirtayasa pada Minggu (30/8/2026).
Titik distribusi meliputi Desa Kubang Puji, Domas, Wanayasa, dan Pontang di Kecamatan Pontang. Adapun di Kecamatan Tirtayasa, bantuan menyasar Desa Lontar, Alang-alang, dan Tengkurak.
Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Serang Ahmad Muhibbin mengatakan, pengiriman air bersih ini merupakan respons atas kesulitan warga mendapatkan air bersih selama musim kemarau.
Setiap Titik Mendapat Dua Hingga Tiga Truk Tangki
Ketua TIDAR Banten Hijaz Putra Junaidi Mahesa mengungkapkan, distribusi air bersih kepada masyarakat sebenarnya sudah berjalan sejak 17 Agustus 2026. Setiap lokasi menerima dua hingga tiga truk tangki berkapasitas 8.000 liter.
"Kami sudah membersamai di beberapa titik. Satu titik kita memberikan dua sampai tiga truk yang berisikan 8.000 liter. Alhamdulillah sudah kita laksanakan dari tanggal 17 Agustus dan hingga hari ini bersama DPC Kabupaten Serang," katanya, Senin (31/8/2026).
Muhibbin menegaskan bantuan tidak berhenti pada pengiriman kali ini. Gerindra bersama TIDAR Banten akan terus mendistribusikan air selama masyarakat masih membutuhkan.
"Insya Allah berkelanjutan. Kita juga selalu kirim terus, hampir setiap hari kita kirim air bersih," ujarnya.
Solusi Jangka Panjang: Normalisasi Sungai dan Sumber Air Baku Baru
Di luar bantuan darurat, Muhibbin mendorong penanganan yang lebih permanen agar masyarakat pesisir tidak bergantung pada kiriman air bersih setiap musim kemarau. Salah satu upaya yang didorong yakni mengoptimalkan pelayanan air bersih melalui PDAM serta membuka dan mengembangkan sumber-sumber air baku baru.
"Penanganan jangka panjang sudah kita upayakan. Salah satunya bagaimana mengoptimalkan layanan PDAM, menciptakan sumber air baku dan membuka peluang sumber-sumber air baku, sehingga masalah kekeringan ini tidak terlalu berdampak kepada masyarakat," jelasnya.
Muhibbin juga mendorong normalisasi sejumlah sungai dan kali yang mengalami sedimentasi. Menurutnya, pendangkalan sungai turut memengaruhi pengelolaan sumber daya air, terutama di wilayah pesisir Kabupaten Serang.
"Kita selalu mendorong dan berkoordinasi, baik di DPRD maupun dengan OPD terkait yang ada di Pemkab Serang," katanya.
Lahan Pertanian Terancam Gagal Panen
Dampak kekeringan tahun ini tidak hanya dirasakan untuk kebutuhan rumah tangga. Sektor pertanian di pesisir Kabupaten Serang mulai tertekan akibat kurangnya pasokan air untuk mengairi lahan.
Hijaz menyebut permintaan air bersih dari masyarakat cukup tinggi. Sebagian warga mengalami kerugian karena lahan pertanian kekurangan pasokan air dan terancam gagal panen.
"Permintaan masyarakat jelas sudah banyak karena mereka juga mengalami kekeringan yang sangat merugikan. Ada yang gagal panen dan segala macam," ujarnya.
Ia memastikan TIDAR Banten akan terus membantu masyarakat yang terdampak kekeringan sesuai dengan kemampuan. "Kami selaku sayap partai, TIDAR Banten, selalu menjalankan arahan pimpinan untuk peduli dengan masyarakat yang ada di Banten," pungkasnya.