Pencarian

Review Film A Statement: Ketika Ilmuwan 1980 Sudah Tahu soal Perubahan Iklim

Minggu, 04 Oktober 2026 • 17:20:01 WIB
Review Film A Statement: Ketika Ilmuwan 1980 Sudah Tahu soal Perubahan Iklim
Sutradara Tom McCarthy menggarap film "A Statement" yang mengangkat konferensi ilmuwan tentang perubahan iklim tahun 1980.

BANTEN — Tom McCarthy menyutradarai dan menulis ulang film "A Statement" bersama Thomas Bidegain dan Noé Debré, mengangkat konferensi nyata para ilmuwan, akademisi, dan aktivis di St. Petersburg, Florida, pada 1980. Film ini dibintangi Paul Rudd, Paul Giamatti, John Turturro, dan Amy Ryan, dengan dialog yang diambil langsung dari transkrip asli pertemuan tersebut. Alih-alih bencana visual, "A Statement" menyajikan obrolan panjang tentang perubahan iklim yang ternyata sudah diperdebatkan sejak empat dekade lalu.

Konferensi yang digambarkan dalam film ini benar-benar terjadi. Sebuah komite yang terdiri dari 20 pria dan wanita berkumpul selama tiga hari di sebuah ruang konferensi hotel untuk menyusun pernyataan misi yang menilai bahaya perubahan iklim dan merekomendasikan langkah konkret kepada Kongres Amerika Serikat.

McCarthy, yang sebelumnya menyutradarai "Spotlight" dan "Stillwater", memilih pendekatan yang tidak biasa. Ia bersama para penulis skenario menggali dialog langsung dari transkrip asli dan menyajikannya verbatim, tanpa upaya dramatisasi berlebihan.

Premis dan Pendekatan Naratif

Film ini bukan kisah pengejaran helikopter berkecepatan tinggi atau perampokan nekat. Seluruh film berisi percakapan, argumen, dan strategi para peserta konferensi dalam mencari kebenaran. "A Statement" adalah film tentang obrolan, dan McCarthy menangkap irama verbal, perdebatan yang berputar-putar, serta inti dari apa yang disebut rapat perencanaan strategis.

Bagi siapa pun yang pernah menghadiri rapat semacam itu, pencapaian ini bisa terasa seperti berkah sekaligus kutukan. Duduk mendengarkan perdebatan tanpa ujung dan kompromi yang melelahkan bisa membuat siapa pun ingin meringkuk. Dalam "A Statement", yang benar-benar kita saksikan adalah inti dari entropi kelas menengah Amerika.

Yang Mengejutkan dari Film Ini

Daya tarik "A Statement" terletak pada kesempatan menguping percakapan tahun 1980, melihat apa yang orang katakan dan pikirkan tentang perubahan iklim di era yang sangat berbeda. Ekspektasi umum mungkin film ini akan terasa ketinggalan zaman. Namun, kejutan yang mengganggu justru sebaliknya: tidak ada faktor "andai saja mereka tahu saat itu apa yang kita tahu sekarang".

Film ini sebagian didasarkan pada "Losing Earth: The Decade We Could Have Stopped Climate Change", buku Nathaniel Rich tahun 2019 tentang dekade 1980-an. Tesis utama buku tersebut adalah bahwa kita sudah tahu segalanya saat itu, atau setidaknya orang-orang paling berpengetahuan sudah mengetahuinya.

Di awal film, karakter Dr. David Rose yang diperankan John Turturro menggunakan proyektor overhead untuk mempresentasikan lima slide. Slide-slide itu menampilkan grafik yang memetakan arah tingkat karbon dioksida dan memproyeksikan kerusakan lingkungan yang akan terjadi.

Faktanya semua jelas, meski ada perdebatan kecil tentangnya: ancaman terhadap lapisan ozon, bahaya utama bahan bakar fosil, dan jadwal ke mana semua ini menuju.

Konteks Sejarah yang Relevan

Sebagian besar dari kita baru mulai mendengar tentang pemanasan global jauh di kemudian hari. Artikel Bill McKibben yang mengubah permainan di New York Review of Books berjudul "Is the World Getting Hotter?" baru muncul pada 1988. Gagasan bahwa sekelompok orang yang beragam seperti ini sudah sepenuhnya memahami situasinya adalah berita tersendiri.

Pilihan McCarthy untuk tidak mendramatisasi konferensi adalah langkah berani. Ia cukup terampil sebagai pembuat film untuk mencapai efek yang diinginkan. Namun, hasilnya adalah film yang di atas kertas terdengar menarik, tetapi sekaligus banyak bicara dan datar, menarik dan berkeliling, bersemangat dan netral.

"A Statement" ingin menjadi docudrama yang berapi-api, tetapi sulit membayangkan siapa penontonnya. Prediksi tanpa perasaan: hampir tidak ada. Bukan karena filmnya buruk, melainkan karena rasanya seperti artikel majalah tanpa akhir dalam bentuk film.

Bagi penonton Indonesia yang akrab dengan diskusi perubahan iklim, film ini menawarkan perspektif historis yang jarang diangkat. Ia mengingatkan bahwa perdebatan tentang krisis iklim bukanlah fenomena baru, melainkan telah berlangsung sejak generasi sebelumnya.

Follow www.bantenvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: variety.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks