SERANG — Disperindag Banten mempersiapkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di wilayahnya agar tidak berhenti di pasar dalam negeri. Pembinaan diarahkan supaya produk lokal mampu bersaing di tingkat internasional, bukan sekadar memenuhi kebutuhan pasar lokal. Program ini menyasar pelaku UMKM di seluruh kabupaten dan kota di Banten.
Pendampingan menyentuh dua hal yang paling menentukan daya saing: mutu produk dan kemasan. Keduanya dianggap penentu apakah produk UMKM bisa bersaing dengan barang dari daerah lain maupun produk impor.
Pelaku usaha juga dibimbing menyusun strategi pemasaran agar produk mereka menjangkau konsumen lebih efektif. Tanpa strategi yang tepat, produk berkualitas sekalipun sulit menembus pasar yang lebih luas.
Coaching Clinic Jadi Bekal Sebelum Masuk Pasar Ekspor
Disperindag Banten menghadirkan klinik bimbingan atau coaching clinic bagi pelaku UMKM. Arahan yang diberikan mencakup langkah-langkah memperluas pasar hingga tahap persiapan ekspor.
Perwakilan Disperindag Banten menjelaskan bahwa klinik bimbingan dirancang mengantarkan pelaku usaha sampai siap tampil di pameran internasional.
"Kami juga menyelenggarakan klinik bimbingan (coaching clinic) bagi pelaku UMKM mengenai cara memperluas pasar hingga ke tahap ekspor, sampai akhirnya mereka siap kami libatkan dalam pameran bertaraf internasional ini," ujar perwakilan Disperindag Banten.
Pendampingan tersebut menjadi bekal sebelum pelaku usaha mengikuti pameran berskala internasional. Dengan persiapan matang, UMKM diharapkan memanfaatkan kesempatan promosi sekaligus membuka peluang kerja sama bisnis baru.
Panggung Pameran untuk Perkenalkan Produk Unggulan Banten
Keterlibatan UMKM dalam pameran internasional menjadi salah satu cara memperkenalkan potensi produk lokal ke pasar yang lebih luas. Ajang itu juga dimanfaatkan membangun jejaring dengan calon mitra usaha dari berbagai wilayah.
Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah meninjau sejumlah stan milik Pemprov Banten di area Trade Expo Indonesia (TEI) dan Pangan Nusa Expo 2026. Kunjungan itu untuk melihat langsung partisipasi Banten dalam ajang promosi produk dan perdagangan tersebut.
Kehadiran stan pemerintah daerah menjadi salah satu upaya memperkenalkan potensi produk unggulan Banten kepada pengunjung pameran.
Mengapa Pasar Ekspor Jadi Prioritas
Pasar dalam negeri saja dinilai tidak cukup menampung kapasitas produksi UMKM Banten. Membuka akses ekspor menjadi jalan memperbesar volume penjualan sekaligus menaikkan standar mutu produk.
Perbaikan kemasan dan strategi pemasaran disebut sebagai syarat awal. Dua aspek itu yang membedakan produk UMKM yang siap ekspor dari yang masih berkutat di pasar lokal.
Pembinaan berkelanjutan lewat coaching clinic dan keikutsertaan dalam pameran internasional menjadi tahapan yang harus dilalui pelaku usaha. Dari situ, produk lokal Banten diharapkan tidak hanya memiliki kualitas baik, tetapi juga mampu menjangkau konsumen secara lebih efektif dan bersaing di pasar global.