Pencarian

Bos BMW Kritik Harga Mobil China di Eropa, Tolak Tarif Tambahan

Rabu, 28 Oktober 2026 • 19:49:31 WIB
Bos BMW Kritik Harga Mobil China di Eropa, Tolak Tarif Tambahan
Eksekutif BMW Milan Nedeljkovi? menilai harga mobil China di Eropa tidak masuk akal secara bisnis.

BANTEN — Milan Nedeljkovi? menilai penetapan harga mobil China di Eropa tidak masuk akal secara bisnis, tetapi ia menolak solusi tarif tambahan dari Uni Eropa. Eksekutif BMW itu mendesak Brussels dan Beijing duduk bernegosiasi sebelum persaingan harga merusak pasar otomotif Eropa.

Pernyataan Nedeljkovi? muncul dalam wawancara dengan surat kabar Jerman Frankfurter Allgemeine Zeitung (FAZ). Ia memperingatkan bahwa kendaraan yang dijual terlalu murah berpotensi mengacaukan persaingan di industri otomotif Eropa, bukan sekadar menekan harga.

Mengapa Harga Mobil China Dianggap Tidak Masuk Akal

Dari sudut pandang bisnis, harga jual yang beredar di pasar Eropa dinilai tidak sejalan dengan struktur biaya produksi yang wajar. Nedeljkovi? menyoroti praktik ini sebagai ancaman langsung bagi produsen lokal yang harus menanggung beban regulasi dan standar produksi lebih ketat.

Risiko lanjutannya jelas: semakin banyak negara Eropa yang merasa terancam akan terdorong menerapkan langkah perlindungan pasar sendiri. Ketegangan perdagangan pun berpotensi naik ke level yang lebih luas.

Kenapa BMW Menolak Siklus Tarif Tambahan

BMW tidak setuju jika persoalan harga diselesaikan lewat eskalasi tarif. Nedeljkovi? menilai negosiasi antara Uni Eropa dan Beijing adalah jalan yang lebih tepat untuk menciptakan lingkungan pasar yang adil, tanpa memicu tindakan balasan dari pihak mana pun.

Sikap ini bukan tanpa alasan. Pembatasan perdagangan tambahan bisa memicu respons Tiongkok yang menyasar pasokan sel baterai — komponen yang sangat krusial bagi industri kendaraan listrik, termasuk bagi produsen Eropa yang tengah memperluas jajaran model EV mereka.

Posisi BMW di Tengah Perang Dagang Otomotif

Sebagai produsen yang punya kepentingan besar di pasar Tiongkok sekaligus Eropa, BMW berada di posisi rentan jika kedua blok saling balas tarif. Ketergantungan pada rantai pasok baterai membuat manuver proteksionis berisiko memukul balik produsen yang justru ingin dilindungi.

Desakan Nedeljkovi? mencerminkan pilihan pragmatis: selesaikan persoalan harga lewat meja perundingan, bukan lewat perang tarif yang berpotensi memperpanjang ketidakpastian bagi seluruh industri otomotif Eropa.

Yang Perlu Diperhatikan

Pernyataan ini disampaikan dari kacamata produsen premium Jerman yang punya kepentingan pasar di kedua blok. Belum ada indikasi konkret bagaimana Uni Eropa akan merespons desakan negosiasi tersebut, dan apakah Beijing bersedia membuka ruang dialog soal struktur harga mobil listrik mereka di Eropa.

Follow www.bantenvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: otomotif.sindonews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks