TANGERANG — Aparat teritorial dari Koramil 11/Pasar Kemis, Kodim 0510/Tigaraksa, bergerak menyusuri titik-titik rawan gangguan keamanan di wilayah Kecamatan Pasar Kemis pada Selasa (18/8/2026) malam. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif menjaga kondusivitas menjelang aktivitas masyarakat yang mulai meningkat.
Empat personel yang dipimpin Sertu Muhardinata memulai patroli dari Markas Koramil setempat. Rute yang diambil memutar melewati Jalan Raya Pasar Kemis, Jalan Raya Bumi Indah, Jalan Raya Puri Jaya, Jalan Raya Sukamantri, hingga Jalan Raya Kuta Bumi sebelum kembali ke posko.
Patroli malam ini menyasar sejumlah potensi gangguan yang selama ini sering dilaporkan warga. Target utamanya adalah aksi kejahatan jalanan, tawuran antar kelompok remaja, serta balap liar yang kerap memakan korban di jalanan sepi.
Kehadiran personel TNI di lapangan diharapkan mampu menekan ruang gerak pelaku kejahatan yang biasanya memanfaatkan malam hari untuk beraksi.
Sertu Muhardinata menegaskan bahwa patroli rutin ini bukan sekadar pencegahan, tetapi juga sarana komunikasi langsung dengan masyarakat. Pihaknya mengajak warga untuk tidak segan melapor jika menemukan potensi gangguan di lingkungan masing-masing.
“Patroli ini kami laksanakan untuk memastikan situasi wilayah tetap aman dan kondusif. Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan lingkungan serta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan adanya potensi gangguan Kamtibmas,” ujar Sertu Muhardinata.
Menurutnya, sinergi antara aparat dan warga menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang aman. Kehadiran personel di tengah masyarakat juga dimaksudkan untuk meningkatkan kewaspadaan kolektif terhadap situasi sekitar.
Patroli malam ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan rutin yang dijalankan Koramil 11/Pasar Kemis. Komitmen ini diambil untuk memastikan stabilitas keamanan di wilayah Kecamatan Pasar Kemis tetap terjaga dalam jangka panjang.
Kegiatan serupa akan terus digencarkan secara berkala dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat. Sinergi antara TNI dan warga sipil dinilai efektif untuk mencegah potensi gangguan sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.