BANTEN — Berdasarkan data Bloomberg, mata uang Garuda naik 51 poin atau 0,29 persen dibandingkan penutupan sesi sebelumnya. Penguatan ini terjadi di tengah sentimen eksternal yang masih dibayangi ketidakpastian kebijakan perdagangan Amerika Serikat.
Pengamat Pasar Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai keputusan politik yang mengakhiri masa transisi kepemimpinan di bank sentral menjadi katalis utama pergerakan nilai tukar hari ini.
Komisi XI DPR RI secara resmi menyetujui Destry Damayanti sebagai Gubernur BI terpilih periode 2026–2031. Keputusan tersebut diambil melalui musyawarah mufakat pada Kamis, 27 Agustus 2026, sehari setelah yang bersangkutan menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test).
Destry, yang sebelumnya menjabat sebagai Pejabat Gubernur Sementara (Pjs) BI, diusulkan Presiden Prabowo Subianto sebagai calon tunggal. Penetapan ini sekaligus mengukuhkannya sebagai perempuan pertama yang memimpin Bank Indonesia secara definitif, menggantikan Perry Warjiyo yang mundur dari jabatannya.
Meski respons awal pasar positif, Ibrahim mengingatkan pelaku pasar cenderung menghindari posisi agresif. Faktor utamanya adalah penantian terhadap angka inflasi resmi yang dijadwalkan rilis pekan depan.
Data inflasi menjadi indikator krusial bagi bank sentral dalam menentukan arah kebijakan moneter ke depan. Inflasi yang terkendali dapat membuka ruang pelonggaran kebijakan, sementara inflasi yang tinggi akan memaksa suku bunga tetap ketat—faktor yang langsung memengaruhi daya tarik aset rupiah.
Dari sisi eksternal, laporan Wall Street Journal menyebutkan pemerintahan Trump telah berulang kali menyampaikan kepada para mediator bahwa mereka tidak berminat menghidupkan kembali nota kesepahaman bulan Juni. Kondisi ini mempersulit upaya diplomatik untuk memulai kembali perundingan dagang dan menambah ketidakpastian bagi mata uang negara berkembang.
Dengan dua variabel utama—kepastian kepemimpinan BI dan data inflasi—pergerakan rupiah pekan depan diprediksi masih akan volatil. Pelaku pasar akan mencermati angka inflasi sebagai panduan utama sebelum mengambil posisi lebih besar di pasar valuta asing.
Keputusan definitif DPR terhadap Destry Damayanti setidaknya menghilangkan satu lapis ketidakpastian politik dalam negeri, memberikan ruang bagi bank sentral untuk lebih fokus pada stabilisasi nilai tukar dan pengendalian harga.
Investasi mengandung risiko.