BANTEN — Dreame Ecceluxe Go hadir sebagai mesin espresso nirkabel seukuran kaleng soda yang mampu memanaskan air sendiri hingga 95 derajat Celsius tanpa kompor portable. Alat ini mendukung tiga jenis kapsul kopi sekaligus bubuk segar, dengan daya tahan baterai untuk dua hingga tiga kali seduh per pengisian. Mesin ini cocok untuk penggemar camping dan penghuni apartemen mungil yang ingin kopi layak tanpa repot.
Dreame Ecceluxe Go PX10 membawa pendekatan berbeda dari mesin espresso portabel kebanyakan. Alih-alih mengandalkan air panas dari termos atau kompor camping, perangkat ini menyalakan elemen pemanas internalnya sendiri sebelum mengekstraksi shot. Bobotnya 564 gram tanpa aksesori, dan seluruh perlengkapan muat dalam tas jinjing berukuran 9 x 7 x 4,5 cm.
Mode P1 memanaskan air dari suhu ruang sebelum menyeduh. Prosesnya butuh sekitar enam menit sampai suhu 95 derajat Celsius tercapai dan shot espresso selesai diekstraksi. Durasi ini wajar untuk perangkat sekecil ini karena elemen pemanas dan baterainya berukuran mini.
Kalau ada akses ke air panas, mode P2 atau direct extraction jauh lebih cepat dan hemat daya. Air langsung dialirkan dari tangki tanpa pemanasan ulang, dan hasil ekstraksinya tetap menghasilkan lapisan crema yang layak. Mesin akan berbunyi nyaring saat kopi siap, lalu mati otomatis.
Alur seduhnya sederhana: pilih adaptor sesuai jenis kapsul, masukkan kopi, kencangkan, lalu pasang adaptor ke unit seduh. Adaptor diberi kode warna dan ilustrasi kecil agar tidak tertukar. Setelah itu, buka dua kaki penyangga, letakkan di atas cangkir plastik bawaan, dan mulai menyeduh.
Untuk bubuk kopi, tersedia ring tambahan yang mengurangi tumpahan saat memasukkan dosis. Seluruh adaptor dan cangkir bisa dicuci tangan dengan air hangat dan kering sendiri dalam beberapa menit. Tidak ada bagian yang meninggalkan residu membandel.
Satu keluhan muncul saat pengujian: layar LED sentuh mudah tersenggol tanpa sengaja ketika mesin dipegang atau ditata. Tidak ada opsi kunci layar, jadi risiko menekan tombol saat memasukkan ke tas cukup nyata. Tombol daya fisik atau switch pengunci akan membuat desainnya jauh lebih aman.
Mode P1 menguras daya cukup besar. Satu pengisian penuh hanya cukup untuk dua sampai tiga kali seduh dengan air dingin. Kabar baiknya, port USB-C memudahkan pengisian ulang di dalam ruangan maupun lewat charger mobil, sehingga mesin siap dipakai lagi saat dibutuhkan.
Untuk pemakaian di rumah, mode P2 membuat Ecceluxe Go berfungsi sebagai mesin kopi single-serve yang jauh lebih mungil dari Nespresso atau Keurig terkecil sekalipun. Cocok untuk dapur apartemen sempit atau kehidupan van living.
Dreame belum mengumumkan harga Ecceluxe Go. Peluncuran pertama dijadwalkan di Spanyol dan Portugal pada akhir 2026, disusul Amerika Serikat beberapa waktu setelahnya. Tidak ada rencana peluncuran untuk Inggris maupun Australia, dan belum ada informasi soal ketersediaan di Indonesia.
Karena harga belum ada, penilaian perangkat ini murni berdasarkan desain dan performa. Ulasan akan diperbarui begitu harga resmi keluar.
AeroPress Go menawarkan format ringkas yang muat dalam gelas travel, tetapi tetap butuh sumber air panas dan tidak menerima kapsul. Wacaco Nanopresso memakai pompa tangan sehingga bebas urusan baterai, tapi juga tidak bisa memanaskan air sendiri. Keunggulan Ecceluxe Go ada pada kombinasi pemanas internal dan dukungan empat sumber kopi berbeda.
Keterbatasan utamanya jelas: kapasitas baterai hanya cukup untuk dua sampai tiga cangkir dalam mode pemanasan mandiri. Untuk menyeduh bagi rombongan, ketel camping besar plus AeroPress XL masih lebih praktis.
Dreame Ecceluxe Go paling masuk akal bagi yang sering berkemah, mendaki, atau tinggal di ruang sempit dan ingin espresso tanpa kompromi rasa. Bagi pengguna yang butuh menyeduh banyak cangkir sekaligus atau enggan menunggu enam menit, mesin ini belum jadi pilihan tepat.