Pencarian

Pemprov Banten Perbanyak Kompetisi Futsal untuk Jaring Bibit Atlet Unggul, Andra Soni Minta PSSI Aktif Gelar Turnamen

Minggu, 23 Agustus 2026 • 15:40:01 WIB
Pemprov Banten Perbanyak Kompetisi Futsal untuk Jaring Bibit Atlet Unggul, Andra Soni Minta PSSI Aktif Gelar Turnamen
Gubernur Banten Andra Soni meminta PSSI dan Federasi Futsal Banten memperbanyak turnamen untuk menjaring bibit atlet muda.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meningkatkan frekuensi kompetisi olahraga, khususnya futsal, untuk menjaring bibit atlet unggul dan membentuk mental juara. Gubernur Banten Andra Soni meminta PSSI dan pengurus federasi futsal setempat memperbanyak turnamen bagi atlet muda. Langkah ini dinilai krusial untuk mengejar ketertinggalan jam terbang atlet daerah agar mampu bersaing di kancah nasional.

SERANG — Gubernur Banten Andra Soni mendorong pengurus PSSI dan Federasi Futsal Banten untuk menggiatkan turnamen antar-atlet muda. Instruksi ini disampaikan menyusul keberhasilan atlet futsal asal Pandeglang, Ibnu Alan, yang kini dipercaya menjadi kapten Timnas Futsal U-17 Indonesia.

"Saya minta kepada PSSI dan Pengurus Federasi Futsal Banten untuk sebanyak-banyaknya membuat pertandingan atau ajang olahraga bagi atlet-atlet muda kita," kata Andra Soni dalam keterangannya di Serang, Minggu.

Jam Terbang Kunci Lahirkan Atlet Berkelas

Menurut Gubernur, latihan rutin tanpa pengalaman bertanding tidak cukup untuk mematangkan kemampuan teknis dan mental atlet. Ia mencontohkan Ibnu Alan sebagai bukti nyata bahwa talenta daerah bisa menembus level nasional jika mendapat porsi kompetisi yang memadai.

Prestasi Ibnu dinilai menjadi motivasi bagi pemain muda lain di Banten untuk terus mengasah kemampuan. Pemprov Banten berharap lahir lebih banyak atlet serupa dari berbagai kabupaten dan kota.

Pemprov Banten Jamin Beasiswa untuk Atlet Berprestasi

Di luar kompetisi, Pemprov Banten juga memastikan keberlangsungan pendidikan para atlet muda. Andra Soni meminta pelajar berprestasi di bidang olahraga divalidasi dan diberi kemudahan akses pendidikan.

"Pemain-pemain yang berprestasi juga tolong dicarikan beasiswa, supaya mereka bisa olahraga dan pendidikan dapat berjalan beriringan," tambahnya.

Kebijakan ini diambil agar pembinaan atlet tidak mengorbankan masa depan pendidikan mereka. Pemprov Banten ingin mencetak atlet yang tidak hanya unggul di lapangan, tetapi juga memiliki bekal akademik.

Piala Gubernur Banten 2026: 16 Tim Bertarung, Hadiah Rp30 Juta

Langkah konkret penggiatan kompetisi terlihat dari Lomba Futsal Porseni Piala Gubernur Banten 2026. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Jamaludin menyebut ajang ini diharapkan menjadi agenda rutin tahunan untuk menyalurkan bakat, kreativitas, dan sportivitas siswa.

Tahun ini, kompetisi diikuti 16 tim yang merupakan dua tim terbaik dari setiap kabupaten/kota se-Banten. Total ada 312 orang yang terlibat, terdiri dari peserta, ofisial, wasit, dan petugas pertandingan.

Panitia menyiapkan hadiah uang pembinaan untuk tiga juara terbaik. Juara pertama mendapatkan Rp30 juta, juara kedua Rp25 juta, dan juara ketiga Rp15 juta. Selain uang, pemenang juga membawa pulang trofi dan piagam penghargaan.

Pembinaan Jangka Panjang Butuh Konsistensi

Pemprov Banten menilai pembinaan atlet tidak bisa dilakukan secara instan. Perlu ada ekosistem yang menghubungkan pembinaan usia dini, kompetisi berjenjang, hingga dukungan pendidikan agar atlet bertahan lama.

Dengan adanya turnamen rutin seperti Piala Gubernur, diharapkan muncul nama-nama baru yang siap mengharumkan nama Banten di tingkat nasional maupun internasional. Keberhasilan Ibnu Alan menjadi titik awal yang ingin direplikasi secara lebih luas.

Follow www.bantenvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: banten.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks