Pencarian

Gunung Anak Krakatau Semburkan Abu ke Banten, PVMBG Minta Warga Jauhi Radius 3 Kilometer

Minggu, 06 September 2026 • 04:56:01 WIB
Gunung Anak Krakatau Semburkan Abu ke Banten, PVMBG Minta Warga Jauhi Radius 3 Kilometer

BANTENVOICE.COM — Hujan abu vulkanik tipis mengguyur permukiman warga di pesisir Banten usai Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mengalami erupsi terkuat sepanjang 2026. PVMBG dan BPBD mengimbau masyarakat tetap tenang serta mematuhi zona bahaya 3 kilometer dari kawah aktif. Gemuruh dan dentuman letusan bahkan terdengar jelas hingga Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang.

Dentuman keras dan suara gemuruh letusan terdengar berulang kali oleh masyarakat pesisir Banten hingga Lampung. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang mencatat suara dentuman tersebut terdengar amat jelas hingga ke permukiman di Kecamatan Sumur, membuat para nelayan setempat memilih tidak melaut.

Erupsi Terkuat Sepanjang 2026 Berupa Pancaran Lava

Aktivitas vulkanik gunung berapi di Selat Sunda ini tercatat mengalami letusan menerus sejak Jumat, 4 September 2026 pukul 23:07 WIB. Letusan tersebut menghasilkan fenomena lava fountain atau pancaran lava pijar ke udara dengan intensitas tertinggi sepanjang tahun 2026.

Berdasarkan laporan periode pengamatan pukul 00:00 hingga 06:00 WIB, terekam satu kali gempa letusan berdurasi amat panjang mencapai 21.600 detik. Gempa letusan menerus tersebut mencatatkan amplitudo maksimum hingga 70 milimeter.

Kekuatan semburan material letusan juga berdampak langsung pada fasilitas pemantauan di dekat pusat aktivitas. Sejumlah instrumen pendeteksi, termasuk kamera CCTV yang berada di sekitar area kawah, mengalami kerusakan akibat hantaman material erupsi sehingga membatasi pantauan visual secara langsung.

PVMBG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

Meski intensitas erupsi melonjak tajam, status aktivitas Gunung Anak Krakatau masih bertahan di Level III atau Siaga. Tingkat kewaspadaan ini belum dinaikkan dan masih merujuk pada penetapan status Siaga sejak 2 Juli 2026, dengan catatan akumulasi lebih dari 240 kali letusan.

Petugas Pengamat Gunung Api, Muhammad Dika Nurzaman, meminta warga untuk tidak panik dan tetap beraktivitas normal di luar zona rekomendasi. Masyarakat, wisatawan, maupun nelayan dilarang keras mendekati kawah dalam radius 3 kilometer demi menghindari lontaran batu dan material pijar. "Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik, dan tetap menjauh dari Gunung Anak Krakatau dalam radius tiga kilometer," kata petugas pengamat Gunung Anak Krakatau, Muhammad Dika Nurzaman.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) juga memastikan rangkaian erupsi ini tidak berpotensi memicu gelombang tsunami. Risiko terjadinya tsunami dinilai sangat kecil bahkan nyaris tidak ada, mengingat dimensi fisik badan Gunung Anak Krakatau saat ini tergolong relatif kecil.

Follow www.bantenvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks