Pencarian

Zelensky Tolak Tekanan Trump, Ukraina Lanjut Serang Kilang Minyak Rusia

Jumat, 16 Oktober 2026 • 09:52:01 WIB
Zelensky Tolak Tekanan Trump, Ukraina Lanjut Serang Kilang Minyak Rusia
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menolak permintaan Amerika Serikat untuk menghentikan serangan terhadap kilang minyak Rusia.

BANTEN — Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menolak permintaan pemerintahan Amerika Serikat untuk menghentikan serangan terhadap kilang-kilang minyak Rusia. Penolakan disampaikan setelah Washington mengumumkan kesepakatan pembelian bahan bakar solar dari Moskow pekan lalu. Sikap tegas Zelensky menandai keretakan baru hubungan Kyiv-Washington di tengah invasi Rusia yang telah berjalan sejak 2022.

Paragraf pembuka: Dalam wawancara dengan The Financial Times yang dikutip Jumat (16/10/2026), Zelensky menyatakan kekecewaannya terhadap Presiden AS Donald Trump yang dinilainya terlalu dekat dengan pemimpin Rusia Vladimir Putin. Ia menilai kedekatan itu sebagai sebuah kesalahan besar. Pemerintahan Trump memang sejak lama bersikap tidak konsisten terhadap Ukraina, namun hubungan keduanya makin merenggang setelah kesepakatan solar dengan Rusia diumumkan pekan lalu.

Mengapa Ukraina Tetap Menyerang Kilang Minyak Rusia

Serangan terhadap kilang minyak menjadi salah satu strategi utama Ukraina untuk melemahkan mesin perang Rusia. Dengan melumpuhkan fasilitas pengolahan bahan bakar, Kyiv berupaya memutus pasokan energi yang menopang operasi militer Moskow di garis depan.

Zelensky menilai kesepakatan pembelian solar antara pemerintahan Trump dan Rusia justru akan membantu mendanai invasi yang telah berlangsung sejak 2022. Karena itu, ia menegaskan Ukraina tidak akan menghentikan serangan hanya karena tekanan dari sekutu utamanya itu.

Keretakan Hubungan Kyiv dan Washington

Ketegangan antara Zelensky dan Trump bukan hal baru. Pemerintahan Trump berulang kali menunjukkan sikap yang berubah-ubah terhadap Ukraina, dari dukungan militer hingga tekanan agar Kyiv segera bernegosiasi dengan Moskow.

Namun keputusan Washington membeli bahan bakar solar dari Rusia menjadi pemicu terbaru. Langkah itu dinilai Kyiv sebagai bentuk pengakuan tidak langsung terhadap ekonomi Rusia yang selama ini menjadi target sanksi negara-negara Barat.

"Bagaimana mungkin Trump bisa berteman dengannya? Saya pikir itu sebuah kesalahan," kata Zelensky kepada The Financial Times.

Dampak bagi Pasar Energi Global

Serangan Ukraina terhadap kilang minyak Rusia berpotensi mengganggu pasokan energi global, terutama di pasar Eropa dan Asia. Rusia merupakan salah satu eksportir bahan bakar terbesar dunia, sehingga gangguan pada fasilitas pengolahan bisa memicu kenaikan harga minyak mentah dan produk turunannya.

Bagi Indonesia, gejolak harga minyak dunia berdampak langsung pada beban subsidi energi dan anggaran Pertamina sebagai penyalur bahan bakar bersubsidi. Setiap kenaikan harga minyak mentah global menekan pos belanja negara untuk subsidi dan kompensasi energi.

Penutup: Sikap Zelensky menunjukkan Ukraina memilih mempertahankan strategi militernya meski harus berselisih dengan sekutu terbesarnya. Bagi pasar energi, eskalasi serangan terhadap infrastruktur minyak Rusia menjadi faktor risiko yang perlu dicermati dalam beberapa bulan ke depan.

Follow www.bantenvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: idxchannel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks