Pemkot Tangsel Targetkan 109 Pos Gizi Tersebar di Seluruh Wilayah pada 2029

Penulis: Wisnu Wardana  •  Kamis, 24 September 2026 | 09:46:31 WIB
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan meninjau pelaksanaan program Pos Gizi di salah satu titik layanan.

TANGSEL — Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan menyebut Pos Gizi berfungsi lebih dari sekadar tempat pemberian makanan tambahan. Fasilitas itu menjadi ruang edukasi bagi para ibu soal pemenuhan gizi sekaligus tempat aman bagi anak untuk bermain dan tumbuh.

Pemenuhan gizi pada periode 1.000 hari pertama kehidupan menjadi fokus utama program ini. Periode tersebut dinilai menentukan pertumbuhan dan perkembangan anak, termasuk perkembangan otak, pertumbuhan fisik, dan daya tahan tubuh.

Menu Diawasi Ahli Gizi, Disiapkan UMKM Lokal

Makanan bergizi tambahan di setiap Pos Gizi disiapkan melalui kerja sama dengan pelaku UMKM lokal yang telah memenuhi kualifikasi. Menu yang disajikan mendapat pengawasan dari ahli gizi Dinas Kesehatan Kota Tangsel.

Pengawasan itu memastikan setiap sajian sesuai dengan kebutuhan gizi sasaran, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Program ini menyasar masyarakat dengan kondisi ekonomi rendah yang membutuhkan dukungan pemenuhan gizi ibu dan anak.

Setiap Kecamatan Minimal Dua Pos Gizi

Pemkot menargetkan setiap kecamatan memiliki sedikitnya dua Pos Gizi yang didukung kader kesehatan. Hingga 2029, jumlahnya diharapkan mencapai 109 titik yang tersebar merata di seluruh wilayah Tangsel.

Pos Gizi juga menjadi tempat edukasi bagi masyarakat mengenai pola asuh dan pemenuhan gizi. Anak-anak mendapatkan ruang bermain yang aman di lokasi yang sama.

Prevalensi Stunting Turun, Pilar Minta Program Diperkuat

Pilar yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Tangsel menyatakan angka prevalensi stunting di wilayahnya menunjukkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Meski begitu, ia meminta program tetap diperkuat.

"Alhamdulillah, angka prevalensi stunting di Tangerang Selatan menunjukkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, capaian ini tidak membuat kita berhenti. Pemerintah akan terus memperkuat program agar kualitas sumber daya manusia Tangsel semakin sehat, unggul, dan berdaya saing," kata Pilar.

Ia menilai target 109 Pos Gizi hingga 2029 membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Kader kesehatan, tokoh masyarakat dan lingkungan, pelaku UMKM, hingga warga menjadi bagian dari rantai pelaksanaan program.

Kolaborasi Jadi Kunci Keberlanjutan

Pilar mengapresiasi peran kader kesehatan, tokoh lingkungan, dan masyarakat yang selama ini terlibat dalam pelaksanaan Pos Gizi. Menurutnya, kolaborasi tersebut diperlukan agar penanganan stunting berjalan berkelanjutan dan tepat sasaran.

Program Pos Gizi telah berjalan sejak 2023. Pemkot kini menyiapkan perluasan bertahap hingga seluruh kecamatan di Tangsel memiliki fasilitas serupa dengan dukungan kader kesehatan setempat.

Reporter: Wisnu Wardana
Sumber: palapanews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top