BANTEN — Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Makassar, AKP Sangkala, membenarkan bahwa pihaknya telah mengamankan seorang pria yang mengaku menjadi korban penculikan. "Iya, pria yang mengaku diculik telah kita amankan," kata Sangkala, Kamis (13/8).
Kronologi Sandiwara yang Berawal dari Laporan Orang Tua yang Panik
Peristiwa ini bermula pada Jumat (7/8) ketika kedua orang tua EE melapor ke polisi. Mereka mengaku tidak bisa menghubungi anaknya dan sempat menerima pesan dari seseorang yang mengaku telah menyekap EE.
Dalam pesan tersebut, pelaku pengancaman meminta tebusan sebesar Rp90 juta. Orang tua EE disebutkan panik karena sang anak diancam akan dibunuh apabila uang tidak segera disiapkan. Laporan itu pun langsung ditindaklanjuti dengan penyelidikan.
"Jadi kasus ini tentang adanya peristiwa di mana anaknya yang seorang mahasiswa hilang kontak dengan orang tuanya, sehingga dilakukan penyelidikan," ujarnya.
Fakta di Lapangan: Tidak Ada Penculikan, Pelaku adalah Korban
Hasil pendalaman polisi menunjukkan tidak ada unsur penyekapan atau penculikan sebagaimana dilaporkan. Fakta di lapangan justru mengarah pada EE sebagai dalang di balik skenario tersebut.
"Setelah dilakukan pendalaman, ditemukan fakta bahwa yang melakukan pengancaman bahwa anak itu diculik dan sebagainya adalah korban sendiri. Jadi dia sendiri yang membuat suatu sandiwara dengan alasan untuk bisa mendapatkan uang dari orang tuanya," ungkap Sangkala.
Gaya Hidup Hedonis Jadi Dalih Mahasiswa Merekayasa Penculikan
Dari keterangan pelaku, motif aksi nekat ini terungkap. EE mengaku membutuhkan uang untuk menunjang gaya hidup mewahnya sehari-hari.
"Jadi pengakuannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, kehidupan hedon, sehingga muncul pemikiran untuk mendapatkan uang dari orang tuanya dengan cara memeras modus berpura-pura dia sementara diculik dan disekap," jelas Sangkala.
Hingga saat ini, EE masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolrestabes Makassar. Polisi belum menetapkan status hukum resmi pelaku, namun ia terancam dijerat dengan pasal pemerasan dan pengancaman.