SERANG — Wali Kota Serang Budi Rustandi menyatakan komunikasi dengan DAMRI masih sebatas penjajakan peluang. Pihaknya belum memutuskan bentuk layanan, rute, maupun skema kerja sama yang akan diterapkan.
Langkah ini menindaklanjuti arahan Gubernur Banten Andra Soni agar Pemkot Serang menggandeng DAMRI. Pemerintah Provinsi Banten sendiri sudah lebih dulu bekerja sama dengan operator tersebut untuk urusan transportasi.
Kunjungan ke Pool DAMRI Jakarta Timur
Budi menyampaikan hal itu seusai berkunjung ke Pool DAMRI di Jakarta Timur, Selasa 22 September 2026. Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi langkah awal melihat peluang penyediaan angkutan umum yang lebih layak bagi warga.
"Kami sedang berikhtiar ke Jakarta, ke pusat DAMRI. Ini sesuai arahan Gubernur Banten, Pak Andra Soni, karena Pemerintah Provinsi Banten sudah bekerja sama dengan DAMRI dalam rangka transportasi," kata Budi.
Ia menyebut Pemkot Serang diinstruksikan bergerak cepat menjalin kolaborasi. Tujuannya menghadirkan transportasi yang nyaman dan bisa dipakai masyarakat untuk aktivitas harian.
Dorongan agar Kota Serang Berfungsi sebagai Ibu Kota Provinsi
Pengembangan transportasi umum ditempatkan sebagai bagian dari penguatan pelayanan publik. Budi menilai mobilitas warga perlu ditopang angkutan yang memadai, terutama karena Serang berstatus ibu kota Provinsi Banten.
"Ini upaya Pemerintah Kota Serang dalam menjadikan ibu kota sesungguhnya. Tentu jangan ketinggalan juga terkait transportasi umumnya yang layak dan bisa dinikmati warga Kota Serang," ujarnya.
Menurut Budi, perkembangan kota seharusnya berjalan seiring ketersediaan layanan transportasi. Ia mengaitkan hal itu dengan kebutuhan warga yang setiap hari bergerak dari dan menuju pusat aktivitas di Kota Serang.
Bentuk Layanan dan Rute Belum Dipastikan
Hingga kini, pembahasan dengan DAMRI belum masuk tahap penetapan teknis. Pemkot Serang belum merinci jenis armada, jumlah unit, maupun jalur yang akan dilayani.
Pemkot berharap kolaborasi dengan DAMRI menjadi salah satu jalan memperbaiki layanan transportasi umum. Dampaknya diharapkan terasa langsung pada mobilitas masyarakat Kota Serang.