SERANG — Kekeringan akibat fenomena El Nino memaksa Pemkab Serang bergerak cepat. Selain menyalurkan bantuan air bersih secara intensif, pemerintah daerah memastikan pendistribusian menyasar warga yang paling membutuhkan di tengah prediksi musim kemarau yang masih panjang.
Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menegaskan bahwa penanganan krisis air menjadi prioritas utama jajarannya saat ini. Ia meminta aparatur desa dan camat untuk segera berkoordinasi apabila ketersediaan air bersih di wilayahnya kembali menipis.
Enam Kecamatan Siaga, Satu Wilayah Masuk Daftar Prioritas
Berdasarkan pendataan sementara, krisis air melanda enam hingga tujuh kecamatan. Wilayah yang masuk daftar prioritas penanganan meliputi Kecamatan Tirtayasa, Carenang, Petir, Binuang, Baros, dan Ciomas.
Peninjauan langsung dilakukan Bupati Ratu Rachmatuzakiyah di dua titik terdampak, yakni Kampung Kuaron dan Kampung Periuk. Langkah ini diambil untuk memastikan bantuan yang disalurkan benar-benar tepat sasaran.
Bantuan Air Bersih dan Beras 30 Kg Disalurkan ke Warga
"Saya bersama jajaran berkunjung ke masyarakat untuk melihat kondisi secara langsung. Jadi yang utama kami berikan dan pastikan adalah penyaluran air bersih kepada masyarakat yang mengalami krisis air agar tepat sasaran," kata Bupati Ratu Rachmatuzakiyah dalam keterangannya di Serang, Selasa.
Dalam kesempatan yang sama, Pemkab Serang turut menyalurkan bantuan pangan titipan Badan Pangan Nasional (Bapanas). Setiap kepala keluarga yang terdampak menerima beras sebanyak 30 kilogram.
BMKG Prediksi Kemarau Panjang, Warga Diminta Bijak Gunakan Air
Mengingat prediksi musim kemarau yang cukup panjang dari BMKG, Bupati mengimbau warga untuk menggunakan air bersih sebijak mungkin. Ia juga meminta perangkat desa bergerak cepat jika ketersediaan air kembali menipis.
"Manfaatkan air dengan baik. Kalau misalnya nanti butuh bantuan air lagi, saya sudah sampaikan ke camat dan kepala desa, silakan berkoordinasi dengan perangkat kami. Insya Allah segala upaya kami lakukan," ucapnya.
Percepatan penanganan krisis air ini dikawal sejumlah pejabat, antara lain Direktur Perumda Tirta Albantani Eli Mulyadi, jajaran Asisten Daerah, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Status siaga darurat kekeringan ditetapkan untuk satu bulan ke depan sebagai langkah maksimalisasi penanganan.