Pencarian

Kali Serua Ciledug Tangerang Dilebarkan Jadi 6 Meter, Normalisasi 900 Meter untuk Redam Banjir

Senin, 07 September 2026 • 16:30:02 WIB
Kali Serua Ciledug Tangerang Dilebarkan Jadi 6 Meter, Normalisasi 900 Meter untuk Redam Banjir
Normalisasi Kali Serua di Ciledug, Tangerang, dikerjakan dengan pelebaran aliran dari 2-3 meter menjadi 6 meter di sepanjang 900 meter.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang, Banten, memperlebar Kali Serua di Kelurahan Tajur, Ciledug, dari lebar eksisting 2-3 meter menjadi 6 meter. Normalisasi sepanjang 900 meter ini ditargetkan rampung sebelum musim hujan tiba agar daya tampung air maksimal.

TANGERANG — Pemerintah Kota Tangerang memanfaatkan musim kemarau untuk mematangkan mitigasi banjir dengan melakukan normalisasi Kali Serua. Proyek pengerjaan yang mencakup pelebaran aliran sungai dari 2-3 meter menjadi 6 meter ini digarap di sepanjang 900 meter di Kelurahan Tajur, Kecamatan Ciledug.

Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang Taufik Syahzaeni mengatakan, alat berat telah diterjunkan untuk memastikan proses pengerukan dan pelebaran berjalan lancar. Pihaknya menargetkan pekerjaan ini kelar saat musim kemarau, sehingga saat musim hujan turun, kapasitas kali sudah siap menampung debit air yang lebih besar.

Target Rampung Sebelum Musim Hujan

"Kita terus pantau dan mengimbau masyarakat tak membuang sampah sembarangan agar daya tampung kali bisa optimal," ujar Taufik di Tangerang, Minggu.

Normalisasi ini merupakan respons atas banjir yang kerap melanda kawasan sepanjang Jalan Kali Serua setiap musim hujan. Lurah Tajur Kurnain menegaskan, dukungan warga terhadap proyek ini sangat tinggi karena mereka selama ini menjadi pihak yang paling merasakan dampak genangan.

"Kami bersama warga mendukung penuh normalisasi kali Serua. Kondisi musim kemarau saat ini bisa dimanfaatkan untuk mematangkan mitigasi dan mengurangi risiko banjir yang kerap terjadi saat musim hujan," tambah Kurnain.

Kolaborasi Lintas Wilayah Jadi Kunci

Wali Kota Tangerang Sachrudin menegaskan bahwa persoalan banjir tidak bisa diselesaikan sendiri oleh satu daerah. Ia menyebut penanganan banjir membutuhkan kolaborasi lintas wilayah agar hasilnya optimal, terutama karena aliran sungai kerap melintasi batas administrasi kota dan kabupaten.

"Persoalan banjir merupakan masalah lintas wilayah, sehingga membutuhkan kolaborasi dan kerja sama semua pihak. Karena itu, koordinasi akan terus kami perkuat bersama pemerintah provinsi maupun daerah sekitar agar penanganannya semakin optimal," pungkas Sachrudin.

Pemkot Tangerang akan memaksimalkan seluruh unsur mulai dari camat, lurah, hingga organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk mempercepat penanganan titik-titik rawan banjir di wilayahnya.

Follow www.bantenvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: banten.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks