BANTEN — Gelaran yang disiarkan langsung TVRI sebagai official broadcaster itu mempertemukan para petinju profesional tanah air di atas ring, dan bagi Daud, momen seperti ini yang selama ini dibutuhkan ekosistem tinju nasional.
Daud menilai kompetisi rutin adalah kunci utama agar petinju Indonesia punya cukup jam terbang sebelum bersaing di level internasional. Dengan populasi hampir 300 juta jiwa, ia melihat potensi besar yang belum tergarap maksimal.
Populasi 300 Juta Jiwa Jadi Modal Utama
"Kita punya populasi yang besar, talenta yang luar biasa. Yang kita butuhkan adalah kompetisi yang konsisten agar mereka punya jam terbang cukup untuk bersaing di level internasional," ujar Daud.
Pernyataan itu menegaskan satu hal: masalah tinju Indonesia bukan pada minimnya bakat, melainkan pada seberapa sering para petinju mendapat panggung pertandingan. Event seperti Sabuk Emas Kapolri 2026 dinilai menjawab kebutuhan tersebut.
Daud juga menyoroti peran institusi Kepolisian Negara RI, khususnya Kapolri, yang memberi ruang besar bagi kemajuan komunitas tinju nasional. Dukungan itu, menurutnya, mengalir ke seluruh ekosistem — promotor, penata tanding, pelatih, wasit, hakim, hingga pembina di daerah.
Perhatian Kapolri Dinilai Suntik Semangat Ekosistem Tinju
"Kapolri dan jajaran kepolisian telah memberikan perhatian luar biasa. Ini bukan sekadar ajang pertandingan, tetapi bentuk nyata dukungan terhadap pengembangan olahraga tinju di Indonesia," ungkap Daud.
Soal kesejahteraan atlet dan mantan petinju, Daud optimistis dengan komitmen pemerintah saat ini. Ia menyebut perhatian Kemenpora, Presiden RI, lembaga negara, hingga pemerintah daerah dan legislatif terus meningkat.
Daud berharap para petinju aktif maupun yang sudah pensiun memanfaatkan momen dukungan tersebut. Baginya, olahraga bukan hanya soal prestasi, tapi juga alat pemersatu bangsa dan gaya hidup.
FTPI dan Misi Melahirkan Juara Dunia
Federasi Tinju Profesional Indonesia (FTPI) sebagai penyelenggara adalah organisasi resmi yang menaungi kegiatan tinju profesional di Tanah Air. FTPI berdiri dengan visi mengembangkan tinju secara profesional dan berstandar internasional.
Federasi ini bekerja sama dengan pemerintah, institusi kepolisian, sponsor swasta, dan media untuk membangun ekosistem tinju yang sehat dan berkelanjutan. Target besarnya jelas: menghasilkan juara-juara dunia dari Indonesia.
Sabuk Emas Kapolri 2026 menjadi salah satu langkah menuju arah itu. Bagi Daud, konsistensi penyelenggaraan akan menentukan apakah target tersebut tercapai atau hanya berhenti sebagai wacana.